Bankaltimtara

Dinkes Kaltim Siagakan 188 Puskesmas Hadapi Kabut Asap Karhutla

Dinkes Kaltim Siagakan 188 Puskesmas Hadapi Kabut Asap Karhutla

Kabut asap karhutla meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.-(Ilustrasi/ Dok. Nomorsatukaltim)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Sebanyak 188 puskesmas dan puluhan rumah sakit di Kalimantan Timur (Kaltim) disiagakan untuk menangani masyarakat yang terdampak paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan diperkuat menyusul risiko gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti asma dan gangguan jantung, meningkatkan kewaspadaan. Kelompok rentan diminta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi asap.

“Polusi dan kabut asap akibat kebakaran hutan semakin meningkat sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan kelompok rentan,” kata Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, Selasa, 22 September 2026.

BACA JUGA: Kualitas Udara Memburuk, Seluruh Sekolah di Mahulu Kembali Belajar dari Rumah

Menurut Jaya, paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat. Kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan membatasi paparan langsung, terutama bagi warga yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Dinkes Kaltim mengingatkan masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah ketika kondisi asap sedang pekat. Pintu, jendela, dan ventilasi rumah sebaiknya ditutup rapat agar udara dari luar yang membawa partikel polutan tidak mudah masuk ke dalam ruangan.

Aktivitas di luar rumah juga perlu dibatasi ketika kualitas udara memburuk. Masyarakat diharapkan tidak memaksakan diri melakukan kegiatan di luar ruangan apabila aktivitas tersebut tidak mendesak.

Jika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penyaring partikel seperti N95 atau KN95. Masker tersebut dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya yang masuk melalui saluran pernapasan.

BACA JUGA: Sekolah di Bontang kembali Normal, Distribusi MBG Kembali Jalan

Jaya juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kualitas udara di dalam rumah. Warga yang memiliki alat penjernih udara dengan filter HEPA dapat menggunakannya secara optimal ketika konsentrasi asap di luar rumah meningkat.

Perhatian lebih juga diperlukan bagi warga yang memiliki penyakit kronis. Mereka diminta memastikan persediaan obat rutin tetap tersedia sesuai resep dokter dan membawa obat tersebut ketika harus bepergian.

“Bagi penderita penyakit kronis, langkah keempat menekankan pentingnya menyiapkan persediaan obat rutin sesuai resep dokter yang wajib dibawa saat bepergian,” tutur Jaya.

Selain mengurangi paparan, masyarakat diminta menjaga kebersihan diri setelah beraktivitas di luar rumah. Tangan dan muka sebaiknya segera dicuci untuk membersihkan sisa polutan yang kemungkinan menempel selama berada di lingkungan dengan udara berasap.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait