Disengat Ubur-Ubur Saat Berlibur di Pantai? Lakukan Hal Ini Segera!

Jumat 10-07-2026,22:30 WIB
Reporter : Achmad Syamsir Awal
Editor : Tri Romadhani

​Kemenkes juga dengan tegas melarang penggunaan bahan-bahan mitos seperti alkohol, urine, atau zat lain yang tidak direkomendasikan secara medis.

Alih-alih menyembuhkan, cairan-cairan tersebut justru berisiko memperburuk kondisi luka penyerapan racun.

​Ponco menuturkan, karakteristik ubur-ubur yang kerap muncul di perairan PPU umumnya tidak tergolong mematikan, asalkan penanganan pertamanya dilakukan secara cepat dan higienis.

​"Kalau penanganan awalnya tepat, sebenarnya walaupun ubur-ubur itu beracun, tidak sampai membahayakan," jelasnya.

BACA JUGA:Apakah Nikah Batin Diperbolehkan dalam Islam? Begini Penjelasannya

​Meski demikian, evakuasi medis darurat ke fasilitas kesehatan terdekat harus segera dilakukan jika korban menunjukkan gejala-gejala klinis, seperti sesak napas atau dada terasa menyempit.

​Nyeri hebat yang intensitasnya terus meningkat secara masif, mual dan muntah yang terjadi secara berulang, gejala kejang atau penurunan kesadaran atau pingsan.

​Lainnya, sengatan mengenai area sensitif seperti wajah dan leher, korban memiliki rekam medis alergi berat yang rentan memicu syok anafilaksis.

Menyikapi fenomena musiman ini, Dinas Kesehatan PPU berharap agar para pengelola destinasi wisata pantai segera mengambil langkah preventif dengan memasang papan edukasi atau bendera peringatan di area strategis.

BACA JUGA:Bupati Berau Buka MTQ ke-56, 738 Peserta dari 13 Kafilah Kecamatan Bersaing di Kecamatan Talisayan

​"Idealnya ada peringatan tertulis kepada pengunjung bahwa saat ini sedang musim ubur-ubur. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih antisipatif dan membatasi aktivitas yang bersentuhan langsung saat bermain di tepi pantai," pungkas Ponco.

Kategori :