Bankaltimtara

Batik PPU dan Kerajinan Kayu Siap Dobrak Pasar Global via Digital

Batik PPU dan Kerajinan Kayu Siap Dobrak Pasar Global via Digital

Batik PPU dan kerajinan dari kayu akan jadi cendera mata di Benuo Taka.-Awal/Nomorsatukaltim-

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Produk kreatif lokal asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini kian serius membidik pasar global dan ekosistem digital.

Produk unggulan seperti Batik Sekar Buen, Batik Bulau Sayang, hingga kerajinan khas Suraa Art yang memanfaatkan kayu ulin serta kulit kayu, menjadi bukti nyata bahwa UMKM daerah mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan, bahwa penguatan ekonomi daerah tidak bisa lagi hanya mengandalkan sektor konvensional.

Industri kreatif dan kewirausahaan berbasis syariah termasuk di lingkungan pesantren harus menjadi pilar baru yang modern dan inovatif.

BACA JUGA: Benuo Taka Art Fest 2026: Pelestarian Budaya dan Motor Ekonomi Kreatif PPU

"UMKM yang ingin maju harus pelan-pelan naik kelas. Caranya dengan berinovasi, menjaga kualitas, membaca tren, dan aktif memanfaatkan platform digital. Pemasaran teknologi saat ini sudah sangat maju," kata Mudyat, Kamis 2 Juli 2026.

Ia menambahkan, keberhasilan beberapa jenama lokal PPU yang telah menembus pasar modern harus menjadi pemantik motivasi bagi pelaku usaha lain untuk melepas ketergantungan pada pasar tradisional.

"Bagi seluruh UMKM dan pelaku industri kreatif agar mampu menopang kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah, terlebih melihat tren pasar dan mengenalkan produk unggulannya secara global," tutur Mudyat.

Sebelumnya, dalam gelaran Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 yang berlangsung di Pentacity Mall, Balikpapan, akhir Juni lalu, telah dilakukan sinergi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini mempertemukan pelaku usaha dari  Kabupaten PPU, Balikpapan, Paser, hingga Otorita IKN Nusantara.

BACA JUGA: Tekan Inflasi, Pemkab PPU Dorong Pemanfaatan Pekarangan Lewat Gerakan Tanam Cabai

Dimana dalam gelaran itu, tantangan terbesar UMKM daerah seringkali berkutat pada standarisasi dan jangkauan pasar.

Sebelumnya, Kepala Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi menjelaskan, bahwa PESAN 2026 didesain bukan sekadar sebagai wadah pameran, melainkan instrumen percepatan ekonomi melalui penguatan halal value chain dan Industri Kreatif Syariah Indonesia.

Para pelaku usaha difasilitasi dengan berbagai program konkret, yakni menghubungkan langsung pelaku usaha dengan akses pembiayaan dan pasar yang lebih luas.

Pembekalan kemampuan pemasaran digital dan pengurusan sertifikasi halal, kemudian menampilkan produk kurasi yang siap bersaing di pasar global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: