Listrik Sering Padam, PLN Samarinda Buka Suara

Selasa 30-06-2026,08:30 WIB
Reporter : Ari Rachiem
Editor : Hariadi

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pemadaman listrik yang rutin terjadi di sejumlah wilayah Kota Samarinda akhir-akhir ini menuai keluhan masyarakat. Pemadaman listrik berlangsung berulang mengganggu aktivitas rumah tangga, pekerjaan, hingga kegiatan usaha warga.

Warga mempertanyakan penyebab gangguan serta kepastian kapan pemadaman bergilir akan berakhir, terutama karena kondisi tersebut sudah berlangsung selama beberapa hari dan berdampak pada produktivitas masyarakat. 

Persoalan ini juga disuarakan oleh Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim. 

Ia menilai persoalan pemadaman listrik yang terjadi di Samarinda kemungkinan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan kondisi pasokan energi secara nasional.

BACA JUGA: Listrik Kembali Padam di Sejumlah Wilayah Balikpapan, PLN Masih Telusuri Penyebab Gangguan

Menurutnya, pemadaman bergilir yang sebelumnya sempat terjadi di Pulau Jawa diduga dipicu oleh tidak terpenuhinya kebutuhan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.

Ia menilai kondisi serupa berpotensi terjadi di Kalimantan, termasuk di Samarinda.

Rohim mengatakan, keterbatasan suplai energi berdampak langsung pada penurunan kapasitas produksi daya sehingga memicu pemangkasan beban listrik di berbagai wilayah.

"Otomatis jadi beban kapasitas ketika penyediaan listrik kurang, sehingga akhirnya terjadilah pemadaman listrik di berbagai wilayah," katanya, pada Senin, 29 Juni 2026.

BACA JUGA: 2 PLTU Rusak Bersamaan Pemicu Byarpet Bergiliran di Kaltim, PLN Target Berakhir Juli

Ia mengakui bahwa penyelesaian akar persoalan berada di bawah kendali pemerintah pusat melalui koordinasi antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PLN pusat.

Karena itu, pemerintah daerah maupun DPRD memiliki ruang gerak yang terbatas dalam mengambil 

Meski demikian, DPRD menilai mitigasi dampak di tingkat daerah tetap bisa dimaksimalkan melalui manajemen komunikasi publik yang lebih baik oleh PLN.

Rohim meminta perusahaan memanfaatkan berbagai saluran informasi, mulai dari media massa, media sosial, hingga pesan berantai secara masif untuk mengumumkan jadwal pemadaman.

BACA JUGA: Belum Dialiri Listrik PLN, Warga Pelosok Kaltim Kelola PLTS Komunal Secara Mandiri

Kategori :