BGN menegaskan status suspend bukanlah penghentian permanen. Dapur MBG yang dibekukan dapat kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan dan memenuhi seluruh standar yang telah ditetapkan.
BACA JUGA: Kampus Boleh Dirikan SPPG, Mendiktisaintek: Sebagai Sarana Praktik
BACA JUGA: Polemik Program MBG, Ketua MUI: Solusinya Benahi, Bukan Hentikan
Semakin cepat perbaikan dilakukan, semakin cepat pula status suspend dapat dicabut. Karena itu, proses pembenahan kini menjadi tanggung jawab masing-masing pengelola SPPG yang terdampak.
Di sisi lain, proses monitoring dan evaluasi masih terus dilakukan secara berkala. Kondisi tersebut membuat jumlah dapur MBG yang terkena suspend masih berpotensi berubah sesuai hasil pemeriksaan di lapangan.
"Untuk penerima manfaat dari SPPG yang di-suspend tidak perlu khawatir karana akan dialihkan ke SPPG lain," kata Sabrina.
BGN berharap langkah evaluasi dan suspend sementara ini dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan program MBG, sekaligus memastikan makanan yang diterima masyarakat memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan gizi yang telah ditetapkan pemerintah.