BONTANG, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana menambah alokasi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui APBD Perubahan 2026. Langkah ini diambil menyusul banyaknya usulan perbaikan rumah dari masyarakat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengakui kebutuhan perbaikan RTLH masih tinggi. Sementara kemampuan anggaran daerah masih terbatas.
Pemkot Bontang, kata Neni, berencana mengalokasikan tambahan sekitar 10 unit rumah dengan total anggaran Rp500 juta dalam APBD Perubahan 2026.
“(Rehabilitasi RTLH) ini tetap jadi prioritas karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya di sela sidak hasil renovasi RTLH, Senin (4/5/2026).
BACA JUGA: Disperkim Berau Targetkan Perbaikan 112 Unit RTLH Tahun Ini
BACA JUGA: Progres RTLH di Penajam Paser Utara Baru 70 Persen, Tahun Ini Ada 98 Unit
Selain itu, Pemkot juga mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat melalui APBN untuk sekitar 300 unit rumah. Serta sekitar 80 unit dari APBD Provinsi Kalimantan Timur.
Namun, nilai bantuan dari pusat dan provinsi lebih kecil, yakni sekitar Rp20 juta per unit. Bantuan tersebut difokuskan untuk perbaikan atap, dinding, dan lantai. “Masih proses verifikasi, kami terus komunikasi agar bisa diakomodasi,” tambahnya.
Sebelumnya, Wali Kota meninjau hasil renovasi rumah tidak layak huni melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) daerah di Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Sebanyak 19 warga menerima bantuan stimulan senilai Rp50 juta per unit pada tahun anggaran 2025. Peninjauan dilakukan di RT 29 dan RT 18.
BACA JUGA: Guru Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri Mulai 2027, Bontang Minta Diskresi
BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi Membaik, Tahun Depan UMK Bontang Diprediksi Tembus Rp4 Juta
Tiga rumah yang ditinjau di antaranya milik Kajab di RT 29, serta Noor Saiba dan Saparli di RT 18.
Noor Saiba mengaku bersyukur rumahnya kini jauh lebih layak huni dibanding sebelumnya. “Dulu belum dari semen, sekarang sudah direnovasi jadi lebih bagus. Alhamdulillah,” katanya, Senin, 4 Mei 2026.
Hal serupa juga disampaikan Kajab. Ia menyebut renovasi berdampak besar, terutama saat air laut pasang. Rumahnya tidak lagi tergenang banjir. “Pondasi rumah sudah dinaikkan. Jadi sekarang tidak lagi kemasukan air rob,” bebernya.