KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Dampak isu LGBT yang menyeret nama salah satu pegawai Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) mulai terasa di lapangan.
Salah satu yang paling terdampak adalah program Generasi Berencana (Genre) yang menyasar kalangan remaja.
Program yang selama ini menjadi andalan dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan itu kini mengalami penurunan partisipasi secara signifikan.
Kondisi ini terjadi setelah menyebarnya isu perilaku menyimpang oknum pegawai di media sosial, yang memicu kekhawatiran publik.
BACA JUGA: DPPKB Kutim Luncurkan Sekolah Lansia, 189 Siswa Sudah Terdaftar
BACA JUGA: DPPKB Kutim Dorong Kolaborasi Lintas OPD Tangani Keluarga Berisiko Stunting
Sekretaris DPPKB Kutim, Jumran, mengungkapkan bahwa situasi tersebut cukup memprihatinkan. Ia menyebut, kegiatan yang sebelumnya selalu dihadiri peserta kini justru sepi peminat.
“Program Genre ini kan menyasar remaja, tapi setelah isu itu mencuat, minat untuk ikut kegiatan jadi menurun drastis,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa 14 April 2026.
Ia menjelaskan, salah satu contoh nyata terjadi pada kegiatan rapat koordinasi yang digelar beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut bahkan tidak dihadiri satu pun peserta hingga acara berakhir.
“Kami sempat melaksanakan rapat koordinasi bulan Maret, tapi sampai sore tidak ada satu pun peserta yang datang,” ungkapnya.
BACA JUGA: Cap Jempol Stunting, Inovasi DPPKB Kutim Tekan Keluarga Berisiko Stunting
BACA JUGA: Wakili DPPKB Kutim, Eric Siswoyo Raih Juara I Nasional
Menurutnya, kondisi itu tidak lepas dari kekhawatiran para orang tua yang mulai membatasi anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh DPPKB.
“Kemungkinan besar anak-anak tidak diizinkan oleh orang tuanya karena adanya isu yang berkembang saat ini,” katanya.
Jumran menilai, persepsi publik yang terbentuk akibat informasi yang beredar turut memengaruhi kepercayaan terhadap program-program yang dijalankan dinasnya.