DPPKB Kutim Luncurkan Sekolah Lansia 2026, 189 Siswa Sudah Terdaftar
Peluncuran dan Pengenalan Sekolah Lansia kepada masyarakat oleh DPPKB Kutim.-(Disway Kaltim/ Sakiya)-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kutai Timur (DPPKB) resmi memulai tahapan awal program Sekolah Lansia pada 2026.
Program nonformal tersebut kini memasuki fase pendaftaran dan pembekalan peserta yang dipusatkan di Kecamatan Sangatta Utara.
Langkah ini menjadi penanda keseriusan pemerintah daerah dalam merespons peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) sekaligus memastikan mereka tetap sehat, aktif, dan produktif di usia senja.
Program ini dirancang tidak sekadar sebagai wadah pertemuan rutin, tetapi sebagai ruang belajar terstruktur dengan kurikulum yang jelas.
BACA JUGA: Pemkab Kutim Siap Luncurkan Sekolah Lansia, Mulai 2026 Fokus di Sangatta Utara
BACA JUGA: ODGJ di Kutim Dievakuasi ke RSUD Kudungga, Dinsos Jamin Biaya Perawatan Melalui BPJS
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan Sekolah Lansia merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun spiritual.
“Program ini kami rancang sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap para lansia agar tetap sehat, mandiri, dan memiliki ruang untuk berkembang,” ujarnya, saat di konfirmasi belum lama ini.
Ia menjelaskan, hingga pertengahan Februari 2026, sebanyak 189 lansia telah mendaftarkan diri sebagai siswa. DPPKB menargetkan jumlah peserta pada tahap awal mencapai 200 orang.
Untuk memastikan seluruh lansia terdata dengan baik, DPPKB menerapkan sistem jemput bola. Petugas turun langsung ke desa, kelurahan, hingga tingkat RT guna melakukan pendataan dan sosialisasi program.
BACA JUGA: Sangatta Utara hingga Kini Belum Seluruhnya Terlayani Listrik dan Air Bersih
BACA JUGA: Penonaktifan BPJS PBI Picu Kekhawatiran Publik, Pemkab Kutim Pastikan Layanan Tetap Jalan
“Kami melaksanakan pendaftaran dengan sistem jemput bola langsung ke desa, kelurahan, hingga ke tingkat RT agar seluruh lansia terdata dengan baik,” jelas Junaidi.
Para peserta yang telah mendaftar tersebar di 4 titik Sekolah Lansia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

