Selain aspek inovasi, Kamius menekankan pentingnya tata kelola manajerial yang baik, khususnya dalam pengelolaan keuangan sekolah.
BACA JUGA: Bupati Kutai Barat Minta OPD Tidak Jalan Sendiri-Sendiri Jalankan Program Daerah
BACA JUGA: Pendidikan Kutai Barat Peringkat 9 se-Kaltim, DPRD Minta Evaluasi Serius
Ia mengingatkan agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sumber daya lainnya dikelola secara transparan dan akuntabel.
“Pengelolaan keuangan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan transparan. Hindari segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak citra dunia pendidikan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan negara wajib dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku.
Di sisi lain, lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak juga menjadi perhatian penting. Kamisius meminta agar sekolah benar-benar menjadi tempat yang nyaman bagi siswa tanpa adanya praktik perundungan.
BACA JUGA: 118 Pejabat di Kutai Barat Menyerahkan LHKPN, Bupati Beri Peringatan
BACA JUGA: Kutai Barat Catat 188.163 Jiwa pada Semester I 2025, Pertumbuhan Penduduk Naik 0,85 Persen
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan ramah anak. Tidak boleh ada perundungan, dan harus dibangun suasana kekeluargaan antara guru, siswa, dan orang tua,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepala sekolah juga memiliki tanggung jawab dalam membangun hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat.
“Kepala sekolah harus mampu membangun sinergi dengan seluruh stakeholder untuk mendorong peningkatan kinerja sekolah secara berkelanjutan,” ujarnya.