BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Bahan baku air bersih di Kota Taman terus menipis. Selama ini, daerah yang dikenal kota industri ini memanfaatkan bahan baku air bersih dari bawah tanah.
Namun, kini stoknya terus berkurang. Tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kota.
Alhasil, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman masih melakukan kebijakan buka tutup saluran air. Belum 100 persen mengalir.
Hal itu dilakukan untuk menghemat bahan baku air di bawah tanah ini.
BACA JUGA: Penjelasan PDAM Bontang Soal Tagihan Pelanggan yang Membengkak
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, faktor utama yang membuat bahan baku air bersih menipis adalah pohon sawit.
Ia menyebut pohon sawit ini adalah predator air. Walau, kota tersebut tidak memiliki perkebunan sawit, tetapi, banyak pohon sawit berasal dari daerah tetangga.
Daerah yang secara geografis bertetangga langsung dengan Bontang.
Seperti Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Kedua kabupaten ini memang memiliki kebun sawit yang sangat luas. Belum lagi, kebun sawit milik masyarakat.
BACA JUGA: Tarif PDAM di Bontang Naik Per April 2026, Segini Besarannya
“Coba deh kita lihat, di mana ada empang yang dulunya tidak pernah kering, ketika ada pohon sawit, empang itu pasti kering. Nah, begitu juga stok air bawah tanah kita. Kini terus mengalami penurunan stok,” katanya, Sabtu, 4 April 2026.
Karena itu, pemerintah kota (Pemkot) Bontang mempercepat penyelesaian pembuatan waduk dan beberapa penampungan air lainnya.
Tujuannya, agar daerah tersebut perlahan bisa berhenti bergantung pada bahan baku air bawah tanah.
Terdekat, PDAM Tirta Taman akan memanfaatkan bahan baku air bersih dari lobang bekas tambang batubara milik Indominco.
BACA JUGA: Pelanggan Air Bersih Melonjak, PDAM di Karangan Perlu Tambahan Kapasitas