KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM — Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Wabup Kukar), Rendi Solihin menginisiasi pertemuan lintas komunitas olahraga ekstrem di Tenggarong.
Langkah ini dilakukan untuk merespons tanggapan dari anggota komunitas terkait pembangunan fasilitas skatepark yang tengah dikerjakan pemerintah daerah di kawasan Taman Pujasera.
Rendi mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan menyatukan persepsi antar komunitas, khususnya BMX, skateboard, dan inline skate, agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan pengguna.
“Banyak contoh di luar daerah fasilitas yang tidak berfungsi optimal. Kita tidak ingin itu terjadi di Kukar. Targetnya, skatepark ini menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia,” ucap Rendi, Senin (30/3/2026).
BACA JUGA: Izin Kios Terancam Dicabut, 40 Persen Pedagang Tangga Arung Square Tenggarong belum Buka Lapak
BACA JUGA: Aliansi 3 Ormas Soroti Pengelolaan Lapak Pasar Tangga Arung, Pemkab Kukar Siap Evaluasi
Ia menjelaskan, pembangunan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) masih berlangsung sehingga fasilitas tersebut belum dapat diresmikan. Namun demikian, evaluasi terus dilakukan, termasuk dengan menyerap masukan langsung dari komunitas.
Menurut Rendi, Kukar memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga ekstrem, baik dari sisi letak geografis maupun kualitas atlet. Bahkan, sejumlah atlet daerah telah mencatatkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional.
“Potensi kita besar. Tinggal bagaimana fasilitasnya kita siapkan dengan baik agar bisa bersaing dengan daerah lain seperti Bali dan Jakarta,” jelasnya.
Rendi juga menekankan pentingnya perencanaan matang dalam pembangunan fasilitas olahraga ekstrem, terutama dari aspek keselamatan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemisahan area skatepark dengan ruang bermain anak.
BACA JUGA: Sidak ke Disnaker, Wabup Kukar Sayangkan Tidak Adanya Kanal Pengaduan untuk Pekerja
BACA JUGA: Taman Ulin Bersih Lagi, DLHK Kukar Bakal Libatkan CSR untuk Kebersihan RTH
“Ini olahraga ekstrem, tidak boleh bercampur dengan area anak-anak karena berisiko. Kita belajar dari kejadian di daerah lain,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta jajaran teknis, khususnya Dinas PU, melakukan studi banding ke daerah lain sebagai referensi pengembangan fasilitas yang lebih optimal.
Pemerintah daerah menargetkan skatepark tersebut sudah dapat difungsikan pada tahun ini, guna menghindari kerusakan akibat terlalu lama tidak digunakan.