BERAU, NOMORSATUKALTIM – Euforia libur Lebaran yang memadati berbagai destinasi wisata di Berau menyisakan pekerjaan rumah.
Di tengah meningkatnya mobilitas wisatawan, sebagian besar objek wisata belum memiliki asuransi bagi pengunjung.
Kondisi tersebut memaksa pengelola objek wisata mengandalkan langkah-langkah mandiri dalam mengantisipasi risiko. Terutama di tengah tingginya aktivitas wisatawan di lapangan.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengatakan meningkatnya jumlah kunjungan saat musim liburan tidak hanya berdampak pada layanan.
BACA JUGA:Momentum Libur Lebaran, Disbudpar Berau Minta Pelaku Usaha Kuliner Tak ‘Mainkan’ Harga
Tetapi juga menuntut kesiapan pengelola dalam menjamin keselamatan wisatawan.
“Di tengah tingginya kunjungan saat Lebaran, pengelola wisata tetap berupaya memberikan perlindungan maksimal kepada pengunjung, meski belum berbasis asuransi,” ujarnya belum lama ini.
Ia menjelaskan, hingga kini belum terdapat aturan khusus yang mewajibkan setiap destinasi wisata menyediakan asuransi bagi pengunjung.
Di sisi lain, kebutuhan akan perlindungan dinilai semakin mendesak seiring tren peningkatan kunjungan setiap musim liburan.
Upaya untuk menggandeng pihak asuransi sebenarnya telah dikaji. Namun, menurut Samsiah, skema tersebut belum dapat diterapkan karena dinilai kurang efektif, terutama dalam hal proses klaim yang membutuhkan waktu.
BACA JUGA:4.262 Wisatawan Menyeberang ke Derawan-Maratua dari Dermaga Sidayang, Tak Ada Antrean dan Penumpukan
Sebagai alternatif, pengelola destinasi memilih langkah yang lebih praktis dengan menyisihkan sebagian pendapatan tiket masuk sebagai dana darurat.
Skema ini digunakan untuk penanganan cepat jika terjadi insiden di lokasi wisata.
“Jadi kalau ada kejadian, bisa langsung ditangani tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang,” jelasnya.
Selain penanganan darurat, Samsiah mengungkapkan bahwa langkah pencegahan juga mulai diperkuat.