Pengelola, kata dia diminta memperketat standar operasional serta meningkatkan pengawasan, khususnya di titik-titik yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pengunjung.
Bahkan, sejumlah destinasi telah mulai melakukan pembenahan, seperti penambahan rambu peringatan dan penataan jalur aman bagi wisatawan.
Selain itu, edukasi juga terus digencarkan agar pengunjung lebih memahami kondisi dan potensi bahaya di lokasi wisata.
BACA JUGA:Barcode BBM Ganda Marak di SPBU, Diskoperindag Berau: Ketahuan Langsung Diblokir Permanen
“Contohnya di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih dan Air Terjun Tembalang. Di sana pengelola sudah mulai menata ulang sistem keselamatan, dan aktif memberikan edukasi kepada wisatawan terkait potensi bahaya supaya pengunjung bisa lebih waspada,” tambahnya.
Tidak hanya menyasar wisatawan, perlindungan juga mulai diarahkan kepada para pelaku wisata.
Samsiah mengaku pihaknya saat ini tengah gencar mensosialisasikan kepada pengelola destinasi dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mengikutsertakan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan jaminan perlindungan kerja, terutama di tengah meningkatnya aktivitas pariwisata selama libur panjang.
“Kedepan kita berharap pengelola wisata itu jangan hanya fokus menambah jumlah pengunjung, tapi juga benar-benar memperhatikan keamanan dan kenyamanan wisatawan sebagai prioritas utama,” pungkasnya.