BONTANG, NOMORSATUKALTIM – Tiga sopir travel di Kota Bontang terkonfirmasi menggunakan narkoba, di puncak arus mudik lebaran 2026.
Temuan ini terungkap dari tes urine yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang.
Tes urine tersebut digelar pada Senin, 16 Maret 2026, dengan menyasar sopir travel yang aktif mengangkut penumpang selama musim mudik.
Kepala BNNK Bontang, Lulyana Ramdani, menyebutkan sebanyak 21 sopir menjalani pemeriksaan. Dari jumlah itu, tiga orang dinyatakan positif narkotika.
BACA JUGA: Sopir Angkutan Umum di Paser Dites Urine, Pastikan Keselamatan Penumpang saat Mudik Lebaran
BACA JUGA: Cara Aman Titip Kendaraan Gratis di Bontang saat Mudik Lebaran, Simak Langkahnya
Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan mengingat peran sopir travel yang membawa penumpang setiap hari, terutama saat lonjakan arus mudik Lebaran 2026.
“Hal ini tidak bisa dianggap sepele. Nyawa penumpang itu ada di tangan sopir travel ini. Di sisi lain, penggunaan narkoba, terutama sabu, dapat mempengaruhi konsentrasi, refleks dan pengambilan keputusan saat di jalan,” katanya, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menegaskan, penggunaan narkoba oleh sopir sangat berisiko terhadap keselamatan perjalanan.
“Bayangkan jika sopir dalam kondisi tidak sadar penuh atau overconfidence akibat zat tersebut. Risiko kecelakaan meningkat drastis. Sehingga yang dipertaruhkan bukan hanya dirinya, tapi juga keselamatan penumpang,” tambahnya.
BACA JUGA: Terminal Samarinda Seberang Siapkan 67 Bus Selama Arus Mudik Lebaran 2026
BACA JUGA: Polres Paser Sediakan Tempat Istirahat Bagi Pemudik di Pos Pengamanan Mudik Lebaran
BNNK Bontang menegaskan, tes urine ini bukan hanya penindakan, tetapi juga upaya edukasi dan pencegahan bagi para sopir angkutan umum.
Para sopir diharapkan menyadari bahwa menjaga kondisi tubuh tetap prima adalah kewajiban, terutama saat arus mudik dengan intensitas perjalanan yang tinggi.
“Banyak yang salah sangka kalau mengkonsumsi narkoba itu buat seseorang lebih kuat. Padahal itu justru merusak. Itu adalah anggapan yang salah," tegasnya.