Dari hasil pemantauan di pasar, Disdag Samarinda juga tidak menemukan kenaikan harga signifikan pada sejumlah komoditas utama.
BACA JUGA: Disdag Kota Samarinda: Pembagian Lapak Pasar Pagi Berdasarkan Data Administrasi
BACA JUGA: Pedagang Pasar Pagi Ancam Kemah di Kantor Disdag Kota Samarinda
“Harga normal saja. Saya tadi bahkan sempat beli beras di pasar,” ujarnya.
Ia mencontohkan beras premium merek Kura-Kura yang dijual sekitar Rp78.000 per 5 kilogram. Sementara untuk kemasan 10 kilogram, beras yang sama dijual sekitar Rp154.000 di pasar.
Meski sebagian besar harga masih stabil, Disdag Samarinda mengakui komoditas cabai masih berpotensi mengalami fluktuasi.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor pasokan serta kondisi cuaca yang sering berubah.
BACA JUGA: Cegah Kebocoran PAD, Pemkot Samarinda Perkuat Sistem Parkir Cashless
BACA JUGA: Andi Harun Pastikan Fuel Terminal Palaran segera Dibangun: Izin Sudah Keluar
“Kalau cabai memang dari tahun ke tahun fluktuatif. Tapi kami sudah menyiapkan langkah-langkah seperti pasar murah dan operasi pasar jika diperlukan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Samarinda juga menyiapkan program pasar murah dan operasi pasar jika terjadi lonjakan harga komoditas tertentu.
Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan penyaluran bantuan subsidi kepada masyarakat apabila harga bahan pokok meningkat tajam.
Disdag Samarinda juga berencana menyalurkan sejumlah komoditas pangan, termasuk daging sapi, agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idulfitri.
BACA JUGA: Pelni Tambah Armada Mudik Lebaran 2026, Rute Balikpapan–Surabaya Jadi Prioritas
BACA JUGA: Kabar Gembira! Driver Online Berpeluang Dapat Bonus Lebaran, Minimal 25 Persen dari Pendapatan
“Yang penting masyarakat tidak perlu panik membeli. Kita juga akan terus mendukung kebutuhan rumah tangga supaya harga tetap stabil,” pungkasnya.