KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Akses transportasi warga di Kecamatan Siluq Ngurai, Kutai Barat sempat terganggu setelah Jembatan Sungai Ponak mengalami kerusakan beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut terhambat, terutama bagi warga yang setiap hari melintasi jembatan untuk beraktivitas.
Kerusakan jembatan itu juga menyebabkan hubungan antarwilayah sempat terputus selama beberapa hari. Warga dari Kampung Rikong dan Kampung Ponak terpaksa mencari jalur alternatif untuk tetap bisa beraktivitas, meski harus menempuh perjalanan lebih jauh.
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat, Henrik, meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Barat segera mengambil langkah untuk membangun kembali jembatan tersebut agar akses masyarakat dapat kembali normal.
BACA JUGA: Jembatan Nangin di Siluq Ngurai Ambruk, Akses Warga Kampung Rikong Kutai Barat Lumpuh Total
“Jembatan Sungai Ponak rusak beberapa hari lalu. Akses ini menghubungkan Kampung Rikong dan Ponak,” ujar Henrik, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat di wilayah itu. Selain menjadi jalur penghubung antarkampung, jembatan tersebut juga berperan penting dalam mendukung berbagai aktivitas warga, termasuk kegiatan ekonomi.
Ia menjelaskan, ketika jembatan rusak, aktivitas masyarakat menjadi terhambat karena kendaraan tidak dapat melintas seperti biasa.
Hal ini tentu berdampak pada mobilitas warga yang harus beraktivitas ke pusat kecamatan maupun ke wilayah lain.
BACA JUGA: Pemkab Kubar Rekonstruksi Jalan Strategis Sepanjang 20 KM
Karena itu, Henrik berharap pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan secara lebih detail.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan sebagai dasar untuk menentukan rencana perbaikan atau pembangunan yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Pemkab Kubar melalui dinas terkait perlu segera meninjau jembatan rusak tersebut. Kondisinya memang sudah memerlukan perhatian dan penanganan,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan yang berasal dari Kecamatan Siluq Ngurai itu juga menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut agar dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah.
BACA JUGA: Truk Kernel Sawit Terperosok di Jalan Nasional Simpang Raya Kutai Barat, Warga Blokade Angkutan CPO