SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Ahmad Vahidi kini mengambil alih komando Garda Revolusi Iran (IRGC) saat negara tersebut tengah menghadapi serangan hebat dari Amerika Serikat dan Israel.
Ahmad Vahidi resmi menjabat sebagai komandan baru Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada momen yang sangat krusial, di tengah perang gabungan AS-Israel yang telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Perang juga menghancurkan kota-kota di Iran, dan melumpuhkan sebagian besar pimpinan militer senior negara tersebut.
Pergantian pimpinan di puncak IRGC ini menggarisbawahi besarnya risiko pada salah satu posisi paling kuat di jajaran militer Iran.
BACA JUGA:Kapal Perangnya Dihancurkan di Sri Lanka, Iran Peringatkan AS
Kini, Vahidi memikul tanggung jawab yang bahkan tidak pernah dihadapi oleh Qassem Soleimani: memimpin ujung tombak militer Iran dalam perang terbuka berskala penuh.
Siapa Ahmad Vahidi?
Penunjukan Vahidi sebagai kepala IRGC yang baru sebenarnya tidak mengejutkan. Pada Desember 2025, mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei—yang tewas pada hari pertama perang, 28 Februari 2026—telah menunjuknya sebagai wakil kepala.
BACA JUGA:AS Isyaratkan Perang akan Berlangsung Lama, Intelijen Israel Menduga Stok Rudal Iran Masih Ribuan
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai wakil kepala militer Iran.
Sebagai produk asli IRGC sejak masa-masa awal pembentukannya pada akhir 1970-an, karier Vahidi terus menanjak selama dekade 1980-an. Ia memegang berbagai posisi kunci di bidang intelijen dan militer.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa ia memimpin pasukan elit Pasukan Quds dari tahun 1988 hingga 1997.
Rekam Jejak Politik dan Militer
Vahidi bukan sekadar tentara; ia adalah sosok yang berpengalaman di dunia politik dan birokrasi.
Dikutip Aljazeera, ini posisi yang pernah diisi oleh Ahmad Vahidi:
• Menteri Pertahanan: Menjabat di bawah Presiden Mahmoud Ahmadinejad.