Bankaltimtara

Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Langsung Merosot

Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Langsung Merosot

Kapal tanker Indonesia, Pertamina Pride dan Gamsunoro bersiap keluar dari Teluk Persia, pasca Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz. Harga minyak dunia terkoreksi hingga 12 persen.-(Ist./ @marinetraffic.com) -

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Harga minyak dunia langsung merosot hingga 12 persen setelah Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial internasional. Pasar merespons positif langkah tersebut karena dinilai dapat meredakan gangguan pasokan energi global.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (18/4/2026), harga minyak mentah Amerika Serikat untuk pengiriman Mei turun hampir 12 persen dan ditutup di level USD 83,85 per barel.

Sementara itu, patokan minyak internasional Brent untuk pengiriman Juni turun 9 persen dan ditutup pada harga USD 90,38 per barel.

Penurunan harga minyak dunia terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan Selat Hormuz kini sepenuhnya terbuka selama masa gencatan senjata.

BACA JUGA: Harga BBM Naik Per 18 April 2026, Pertamax Turbo Tembus Rp19.850 Per Liter

BACA JUGA: GAPMMI Soroti Dampak Kenaikan Harga Plastik terhadap Sektor Ketahanan Pangan Nasional

Dalam unggahan media sosial, Araghchi mengatakan kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut wajib mengikuti rute terkoordinasi yang ditetapkan otoritas maritim Iran.

Sebelumnya, Donald Trump juga menyampaikan dukungannya terhadap keputusan Iran membuka kembali jalur pelayaran itu.

Trump juga menyebut Amerika Serikat (AS) dan Iran akan segera melakukan pembicaraan damai guna mengakhiri konflik dalam waktu dekat.

Pembukaan Selat Hormuz menjadi sinyal meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute terpenting distribusi minyak dan gas dunia.

BACA JUGA: Kenaikan Harga Plastik Belum Berdampak ke UMKM, Pemkot Balikpapan Buka Layanan Massal

BACA JUGA: Harga Pangan dan BBM Dorong Inflasi Balikpapan, BI Warning Risiko Kemarau Panjang

Meski jalur dibuka, data situs marinetraffic.com pada Sabtu 18 April menunjukkan ratusan kapal masih menumpuk di kawasan Teluk Persia.

Dilansir dari Disway.id, sejumlah kapal minyak dan gas yang sebelumnya tertahan masih menunggu giliran melintas menuju negara tujuan masing-masing.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait