Brimob Kaltim Gerakkan Pasukan ke Samarinda, Antisipasi Eskalasi Aksi 21 April
Apel persiapan pemberangkatan pasukan Brimob Polda Kaltim ke Samarinda mengamnkan aksi 21 April.-IST/Brimob Polda Kaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM – Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur mulai bergerak untuk menghadapi potensi eskalasi aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 Arpil 2026, di depan Kantor Gubernur dan DPRD Kaltim di Samarinda.
Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai mengungkapkan, 3 Satuan Setingkat Kompi (SSK) diberangkatkan hari ini, Senin, 20 April 2026, dari Balikpapan menuju Samarinda untuk memperkuat penjagaan di sejumlah titik vital.
“Pergerakan ini menjadi bagian dari strategi pengamanan berlapis yang disiapkan aparat,” ujar Andy Rifai, Senin, 20 April 2026.
Dalam operasi ini, total 6 SSK Penindakan Huru Hara (PHH) disiagakan, didukung 2 unit tim escape serta satu Satuan Setingkat Tim (SST) yang menangani drone dan anti-drone.
BACA JUGA: Jelang Aksi 21 April di Samarinda, Pemprov Kaltim Gelar Salat Istighosah
BACA JUGA: Jelang Aksi 21 April, Rahmad Mas'ud Beri Pesan Khusus untuk Warga Balikpapan
Seluruh personel juga dilengkapi kendaraan taktis guna menunjang mobilitas dan respons cepat di lapangan.
Pihaknya juga memperkirakan bahwa aksi yang akan digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menarik massa dalam jumlah besar.
Diketahui beberapa tuntutan dalam aksi, yakni mulai dari penolakan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), hingga desakan audit menyeluruh terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Andy Rifai menegaskan, bahwa aparat tidak hanya berfokus pada pengendalian situasi, tetapi juga memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi tetap terlindungi.
BACA JUGA: Siaga Aksi 21 April, Pemprov Kaltim Gelar Simulasi Keamanan hingga Pasang Kawat Berduri
BACA JUGA: Gubernur Kaltim: Pintu Kantor Gubernur Terbuka 24 Jam, Aksi 21 April Diminta Tetap Kondusif
“Kami menjamin masyarakat dapat menyampaikan pendapatnya secara aman dan tertib. Personel di lapangan sudah kami instruksikan untuk bertindak humanis, namun tetap tegas sesuai SOP,” tegas Andy.
Selain penguatan di darat, perhatian juga diarahkan pada potensi gangguan dari udara. Kabagops Satbrimob, AKP Nugroho Widihyanto, menyebut pihaknya mengoptimalkan penggunaan teknologi pemantauan untuk menjaga area aksi tetap terkendali.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
