Siapa Ahmad Vahidi, Komandan Baru Garda Revolusi Iran?

Jumat 06-03-2026,12:50 WIB
Reporter : Baharunsyah
Editor : Baharunsyah

• Menteri Dalam Negeri: Menjabat di bawah mendiang Presiden Ebrahim Raisi hingga tahun 2024.

• Keterlibatan Internasional: Pada pertengahan 1980-an, Vahidi dikabarkan terlibat dalam kontak rahasia antara perwakilan Iran dan perantara yang dekat dengan pemerintahan Ronald Reagan dalam skandal Iran-Contra.

BACA JUGA:Hizbullah Klaim Drone dan Roketnya Hancurkan 3 Pangkalan Militer Israel, Negara Teluk Marah ke AS

Alasan pemilihan Vahidi

Ali Alfoneh, seorang pakar tentang Iran, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Vahidi adalah seorang "birokrat yang sangat cakap". Latar belakangnya yang mencakup intelijen, strategi militer, dan kepemimpinan politik menjadikannya sosok ideal untuk memimpin Garda Revolusi dalam kondisi perang.

Vahidi kini mengemban tugas berat untuk menyatukan kembali kekuatan IRGC setelah kematian para komandan senior lainnya, termasuk Mohammad Pakpour, dan membalas serangan yang telah mengguncang stabilitas Republik Islam tersebut.

Uni Eropa Terpecah

Di Eropa, dukungan terhadap AS-Israel menginvasi Iran terbelah. Ada dua kubu yang mengambil keputusan tegas.

Spanyol telah tegas mengusir pesawat militer AS dari pangkalan-pangkalannya, yang memicu teguran tajam dari Presiden AS Donald Trump, yang mengancam akan "memutus semua perdagangan" dengan Madrid.

Posisi Spanyol adalah salah satu prinsip, kata Jose-Ignacio Torreblanca, seorang rekan kebijakan terkemuka di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri, sebuah wadah pemikir (think tank).

BACA JUGA:Iran Mencekam, Rudal Israel Sasar Lapangan Tempat Demonstran Berkumpul

“Pemerintah Spanyol telah secara konsisten menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional baik di Ukraina maupun Gaza, sekarang di Iran,” kata Torreblanca kepada Al Jazeera, merujuk pada perang Rusia di Ukraina, pengabaian Israel terhadap hukum kemanusiaan di Gaza, dan serangan terhadap Iran yang tidak disetujui oleh Dewan Keamanan PBB.

Perdana Menteri Spanyol Pedro “Sanchez telah dengan jelas mengatakan bahwa operasi militer ini tidak dicakup oleh hukum internasional,” kata Torreblanca.

Sementara itu, Jerman telah memutuskan untuk menyambut tujuan-tujuan AS.

Ada pula Inggris telah mengizinkan pangkalan militernya di Akrotiri di Siprus untuk digunakan oleh pesawat AS murni untuk tujuan pertahanan, bukan untuk menyerang Iran.

“Rezim mullah adalah rezim teroris yang bertanggung jawab atas penindasan selama puluhan tahun terhadap rakyat Iran,” kata Kanselir Jerman Friedrich Merz dikutip Aljazeera. 

Kategori :