JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) mengusulkan 3 proyek infrastruktur strategis untuk mendukung konektivitas dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) agar masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Usulan tersebut disampaikan langsung Bupati PPU, Mudyat Noor, saat melakukan audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta bersama sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyelaraskan pembangunan daerah dengan agenda pembangunan nasional, sekaligus memastikan wilayah PPU dapat berperan aktif dalam perkembangan kawasan IKN.
Dalam pertemuan tersebut, Mudyat mengajukan sejumlah proyek infrastruktur yang dinilai vital untuk memperkuat konektivitas antara PPU dan kawasan inti ibu kota baru.
BACA JUGA: Jamin Kelancaran Mudik 2026, BBPJN Kaltim Kebut Perbaikan Jalur Kuaro–Penajam
BACA JUGA: Setelah 8 Tahun, Utang Pemkab PPU Rp348 Miliar di PT SMI Akhirnya Lunas
3 proyek vital yang diusulkan yakni pembangunan Jembatan Sungai Riko, Bendungan Lawe-Lawe, serta Bendung Gerak Telake.
Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi penopang utama mobilitas dan kebutuhan sumber daya air di wilayah penyangga IKN.
"Proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung suplai air baku, memastikan ketahanan sumber daya air bagi warga PPU sekaligus mendukung kebutuhan IKN," ucap Mudyat.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga mengusulkan penguatan sektor pelayanan publik, khususnya peningkatan fasilitas pendidikan dan kesehatan dengan standar tinggi.
BACA JUGA: Bupati PPU Kembali Rombak Pejabat, Kali ini Sasar Pejabat Eselon II
BACA JUGA: Gandeng Perusahaan Konglomerat, Pemkab PPU Target Hapus Kelangkaan Guru dan Angka Putus Sekolah
Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu bersaing di kawasan ibu kota baru.
"Kita ingin PPU menjadi role model pembangunan di Kalimantan Timur. Pembangunannya harus berjalan seiring, terintegrasi, dan tidak boleh ada ketimpangan dengan IKN," tegas Mudyat.
Ia menargetkan pada 2028, Master Plan PPU sebagai wilayah mitra utama IKN telah matang, baik dari sisi arah pembangunan maupun implementasinya.