Transformasi Ekonomi Paser: Ketergantungan pada Tambang Menurun, Sektor Lain Mulai Tumbuh
Ilustrasi pertambangan batu bara.-istockphoto-
PASER, NOMORSATUKALTIM - Ketergantungan Kabupaten Paser terhadap sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah mulai berkurang, seiring berkembangnya sektor-sektor lain.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Paser, Bayu Agung Prasetio mengungkapkan, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya sektor pertambangan menyumbang sekitar 60–70 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara pada tahun 2025 kontribusi sektor tambang menurun menjadi 54 persen. Hal ini menandakan kontribusi sektor lain mulai tumbuh.
“Penurunan ini menunjukkan sektor-sektor lain mulai berkembang. Misalnya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, serta sektor industri pengolahan yang dari 2024 hingga 2025 tumbuh lebih dari 3 persen,” kata Bayu, Kamis 5 Maret 2026.
BACA JUGA: 2 SPBN di Paser Belum Menjangkau Kebutuhan 3.000 Nelayan
BACA JUGA: Akademisi Unmul Kritisi Dinas Kelola Ternak Ayam di Paser: Bukan Tupoksinya
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi indikasi bahwa Paser sedang bergerak menuju struktur ekonomi yang lebih berimbang.
Dengan demikian, perekonomian daerah di masa depan diharapkan lebih tangguh dan tidak terlalu bergantung pada sumber daya alam, khususnya pertambangan.
Selain itu, Bayu juga menyampaikan, bahwa daerah ini mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan pada 2025. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebesar 3,61 persen.
“Ini kabar yang menggembirakan di tengah gejolak efisiensi dan fluktuasi harga komoditas. Jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain, Kabupaten Paser termasuk yang mampu menjaga pertumbuhan ekonominya,” ujarnya.
BACA JUGA: Angka Kemiskinan di Paser Turun dalam 5 Tahun Terakhir, BPS Sebut Pengaruh Pemerataan Infrastruktur
BACA JUGA: Disperindagkop UKM Paser Usulkan 5.400 Tabung LPG 3 Kg untuk Penuhi Kebutuhan selama Ramadan
Bayu juga membeberkan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dimulai pada Mei mendatang. Sensus ini akan menyasar seluruh pelaku usaha di Paser.
Petugas BPS nantinya akan mendatangi rumah tangga satu per satu untuk mendata berbagai aktivitas usaha, termasuk usaha kecil dan sektor ekonomi yang selama ini belum terdata secara optimal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
