Namun, kini pelaksanaannya didukung data kebutuhan riil dari perusahaan yang telah terdaftar dalam sistem.
BACA JUGA: Utang Kukar Rp820 Miliar, Ketua DPRD Dukung Skema Pinjaman Jangka Pendek dengan Bunga Minimal
BACA JUGA: Bupati Kukar Perintahkan Camat dan Kades Kawal Plasma Produktif untuk Warga Sekitar Perkebunan Sawit
Saat ini aplikasi Kukar Siap Kerja memang sudah berjalan. Sekitar 2.000 orang mendaftar pelatihan sejak Januari 2026 melalui platform tersebut.
Bagi masyarakat yang ingin langsung mencoba aplikasi sebelum tersedia di Google Play Store, pemerintah daerah menyediakan tautan unduhan resmi aplikasi melalui alamat berikut: https://siap-kerja.kukarkab.go.id/download.
Dendy mengatakan, bahwa versi lama sistem tetap berjalan sambil menunggu versi terbaru yang lebih komprehensif. “Mudah-mudahan uji coba bisa kita lakukan pada Maret,” ujarnya.
Sistem baru ini juga akan memungkinkan pemerintah daerah melakukan pelacakan digital terhadap tenaga kerja yang terserap setelah mengikuti pelatihan.
BACA JUGA: Bupati dan Wabup Kukar Kompak Dukung Rute Alternatif Akasia, Tunggu Restu Provinsi Kaltim
BACA JUGA: Rencana Pembangunan Mall di Tenggarong, Calon Pengembang Lihat Ada Potensi Ekonomi
Sehingga, data penyerapan dan efektivitas pelatihan dapat direkam secara sistematis untuk evaluasi kebijakan ketenagakerjaan.
“Pemerintah berharap pendekatan digital ini mampu mempercepat pertemuan antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja lokal,” tutupnya.