DPRD Kaltim Kritik Rencana Pengadaan Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar

Rabu 18-02-2026,17:04 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Baharunsyah

"Kalau masih ada kendaraan yang sejenis dan masih bisa digunakan dengan baik, kenapa tidak dimanfaatkan dulu. Saya yakin kendaraan dinas di Pemprov masih banyak yang layak,"katanya.

BACA JUGA: Alasan Pemprov Kaltim Alokasikan Mobil Operasional Gubernur dengan Nilai Rp 8,5 Miliar

Terkait status pengadaan, Subandi mengaku belum memperoleh kepastian apakah unit kendaraan tersebut sudah dibeli atau masih dalam tahap proses.

Informasi sementara yang ia terima, pengadaan dilakukan melalui sistem e-katalog.

Ia menjelaskan, apabila pengadaan belum direalisasikan, maka masih sangat dimungkinkan untuk ditangguhkan.

"Kalau belum dibeli, bisa saja ditunda. Anggarannya bisa menjadi silpa. Itu opsi yang memungkinkan,"ujarnya.

Sebaliknya, jika kontrak dengan penyedia sudah berjalan atau unit telah dibeli, maka pembatalan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum maupun sanksi administratif karena berkaitan dengan pihak ketiga.

BACA JUGA:Blokade Jalan Nasional, Warga Bentian Besar Kubar Pulangkan Truk CPO

"Kalau sudah dibeli, tentu tidak bisa sembarangan dibatalkan. Ada konsekuensi dengan penyedia barang,"tambahnya.

Lebih lanjut, Subandi juga menanggapi wacana alternatif pengadaan kendaraan dinas melalui mekanisme penyewaan yang disebut lebih mungkin ditempuh pada tahun anggaran berikutnya.

Ia menilai skema sewa justru lebih relevan dalam situasi efisiensi karena bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil pemerintahan.

"Kalau penyewaan saya kira lebih tepat. Sifatnya kondisional, menyesuaikan kebutuhan. Banyak perusahaan besar sekarang juga memakai sistem sewa,"
jelasnya.

Politisi PKS ini menambahkan pembelian kendaraan memiliki konsekuensi biaya jangka panjang, mulai dari perawatan, operasional, hingga beban biaya tetap lainnya.

BACA JUGA:Resmi! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah Jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026

Sementara sistem sewa memungkinkan pemerintah menghentikan penggunaan saat sudah tidak diperlukan.

"Kalau beli itu maintenance, operasional, semuanya jadi beban tetap. Kalau sewa kan temporer. Bisa tahunan atau bahkan per beberapa bulan sesuai kebutuhan," bebernya.

Kategori :