BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Rencana pembangunan gudang Bulog di Kota Bontang dipastikan lepas dari target.
Pembangunan gudang dengan anggaran Rp24 miliar tersebut belum dapat direalisasikan karena terkendala status kepemilikan lahan yang menggantung di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bontang.
Padahal, dari sisi anggaran dan perencanaan teknis, pembangunan Gudang Bulog Bontang dinyatakan siap dimulai.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Ahmad Aznem mengatakan, pekerjaan fisik semula dijadwalkan berjalan pada awal Februari 2026.
BACA JUGA: Stok Pangan Berau Aman, Bulog Siapkan 1.000 Ton Beras SPHP Jelang Ramadan
Namun hingga kini, status kepemilikan lahan belum sepenuhnya rampung secara administratif.
“Sesuai rencana, bulan ini sudah mulai pekerjaan fisik. Tetapi kami mendapat informasi masih terkendala proses balik nama status lahan. Lebih spesifik terkait saksi di sekitar lahan tersebut,” katanya, Kamis 12 Februari 2026.
Lahan seluas 3 hektare di kawasan Bontang Lestari itu sebelumnya merupakan aset Pemerintah Kota Bontang. Telah dihibahkan kepada Perum Bulog. Meski hibah telah dilakukan, pembangunan belum dapat dimulai.
Seluruh dokumen kepemilikan harus dinyatakan lengkap dan sah secara hukum. Proses administrasi di BPN menjadi tahap krusial. Agar status lahan benar-benar “clear and clean”. Tanpa sertifikat atas nama Bulog, pembangunan tidak bisa dilanjutkan.
BACA JUGA: Bulog Segera Bangun Kantor Cabang di Kutai Barat, Gudang Dibangun di Kawasan Mapan
BACA JUGA: Bulog Bidik Karang Taruna Masuk Tim Jemput Gabah Petani
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani menambahkan, perwakilan Bulog dijadwalkan datang ke Kota Taman pada Senin, 16 Februari 2026, untuk menuntaskan proses tersebut di kantor BPN wilayah setempat.
“Kalau sertifikatnya sudah terbit, pembangunan bisa langsung berjalan. Anggarannya sudah siap. Perencanaannya juga sudah selesai,” katanya.
Secara teknis, proyek ini akan dikerjakan bertahap. Pada tahap pertama, akan dibangun satu unit gudang utama. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembangunan rumah jaga.