Satgas Saber Pangan Survei di Bontang, Masih Ditemukan Harga Sembako di Atas HET
Tim Satgas Saber Pangan saat melakukan survei di sejumlah pasar di Bontang.-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Saber Pangan) Wilayah II Kalimantan Timur melakukan survei harga di pusat perbelanjaan tradisional maupun modern di Kota Bontang. Hasilnya, ditemukan harga dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Tim terdiri dari Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Polda Kaltim, Dinas Pangan Kaltim, Bulog Cabang Samarinda, hingga jajaran pemerintah dan aparat penegak hukum di Kota Bontang.
Sejak pukul 08.00 Wita, Kamis, 5 Februari 2026, tim tersebut menyisiri beberapa toko, mulai dari Pasar Taman Rawah Indah, agen beras dan telur hingga ritel modern: Era Fresh.
Pemantauan ini difokuskan pada 9 kebutuhan pokok (Sembako) penentu inflasi dan daya beli masyarakat.
BACA JUGA: Dua ASN Terbukti Korupsi, BPKSDM Bontang Tunggu Putusan Inkracht Pengadilan untuk Memecat
Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Badan Pangan Nasional, Lenny mengatakan, temuan awal menunjukkan masih adanya harga pangan yang belum sesuai dengan ketentuan pemerintah atau masih dijual di atas HET.
“Pemantauan belum selesai karena masih ada beberapa titik lagi yang akan kami datangi. Namun dari pantauan awal, memang ditemukan harga yang tidak sesuai dengan HET,” katanya, di Pasar Taman Rawa Indah.
Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299/2025, HET beras premium untuk Zona 2 ditetapkan sebesar Rp15.400 per kilogram, sedangkan beras medium Rp13.100 per kilogram.
Sementara itu, harga Minyakita ditetapkan maksimal Rp15.700 per liter. Ketentuan ini dibuat untuk melindungi konsumen sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat pedagang.
BACA JUGA: Cegah Perbuatan Mesum dan Perusakan Fasum, Mangrove Eco Park Bontang Dipantau CCTV
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Ahmad Aznem menambahkan, pemerintah daerah siap menindaklanjuti hasil temuan Satgas Saber ini.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bahan evaluasi penting dalam menyusun langkah pengendalian harga menjelang lonjakan permintaan saat bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Walay fluktuasi harga pangan di Bontang sendiri sudah terlihat sejak akhir 2025.
“Ini tim Satgas dari pusat. Kami mendampingi. Nanti hasil pemantauan akan menjadi rekomendasi bagi kami di daerah. Selanjutnya akan kami bahas bersama Satgas di daerah untuk menentukan langkah lanjutan. Terutama terkait pengendalian harga,” jelas Ahmad.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang, Debora Kristiani menerangkan, harga beras premium sempat menyentuh Rp17.000 per kilogram saat monev jelang Natal 2025. Walau akhirnya turun menjadi Rp16.400 per kilogram saat ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

