Setda PPU Musnahkan 21 Ribu Arsip Periode 2005 hingga 2014

Senin 09-02-2026,08:32 WIB
Reporter : Achmad Syamsir Awal
Editor : Hariadi

​PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memusnahkan sebanyak 21.006 dokumen atau berkas mulai periode 2005 hingga 2014.

Langkah ini disebut sebagai upaya untuk merampingkan birokrasi dan ruang penyimpanan yang selama ini terbebani dokumen fisik selama hampir 2 dekade.

​Asisten III Administrasi Umum Setda PPU, Ainie, mengatakan pemusnahan ini adalah puncak dari proses verifikasi yang sangat ketat. 

Sejak 2024, Setda PPU telah menggandeng Lembaga Kearsipan Daerah Provinsi Kaltim untuk memastikan tidak ada data krusial yang hilang.

BACA JUGA: Proyek RTH di Depan Stadion Penglima Sentik Penajam Molor, Kontraktor Didenda Rp1,2 Juta per Hari

BACA JUGA: Februari 2026 Ini, Pemkab PPU Bayar Utang ADD Tahun 2025 Sebesar Rp19,4 Miliar

​"Pemusnahan ini dilakukan berdasarkan penilaian objektif. Semua dokumen yang dihancurkan telah melewati masa retensi dan dinyatakan layak musnah sesuai regulasi kearsipan," ujar Ainie, beberapa hari lalu.

​Kepala Bagian Umum Setda PPU, Alam Prawira Negara, menambahkan bahwa pemusnahan penyusutan arsip ini telah bergerak sejak Desember 2025 dengan melibatkan 9 bagian di lingkup Setda.

Kabid Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Arsip PPU, Sulaiman, mengungkapkan bahwa PPU saat ini sedang berpacu melakukan transisi dari sistem konvensional ke digital.

​Namun, jalan menuju digitalisasi penuh ternyata masih terjal. Beberapa poin penting yang disoroti yakni implementasi digitalisasi masih di bawah 10 persen. 

BACA JUGA: Populasi Penduduk PPU 203.661 Jiwa di 2025, 41 Ribu Jiwa Berpotensi Lepas ke IKN

BACA JUGA: Miris! Siswa SD dan SMP di PPU Belajar di Perpustakaan Bersekat, Gedung Masih Gabung dengan SMA

Berdasarkan evaluasi 2024, PPU menempati posisi ke-9 dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

​"Fokus ke depan meningkatkan integrasi arsip elektronik agar pertanggungjawaban kinerja lebih transparan dan efisien," tambah Sulaiman.

​Adapun upaya selanjutnya mendorong percepatan SPBE agar PPU dapat naik kelas dalam indeks digitalisasi daerah. 

Kategori :