BACA JUGA:Pemkab Kutim Rancang Rencana Pembangunan Industri, Hilirisasi dan UMKM jadi Prioritas
Sementara itu, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan wujud kehadiran negara di tengah kesulitan warga.
Yakni dengan mengedepankan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Kami tidak ingin ada satu pun warga Kutim yang menjadi korban, baik akibat kelalaian maupun dampak bencana banjir. Instruksi saya jelas, anggota harus hadir di tengah masyarakat, berikan edukasi, dan pastikan warga tetap waspada,” tegas Fauzan.
Ia juga mengingatkan warga akan ancaman hewan predator yang kerap muncul saat air sungai meluap.
“Kami minta betul kepada para orang tua agar mengawasi anak-anaknya. Jangan biarkan bermain di sungai saat arus deras."
BACA JUGA:Akibat Kecelakaan oleh Bus Tambang di Sangatta, Pemkab Kutim Akan Evaluasi Semua Pihak
"Selain risiko hanyut, ancaman hewan buas seperti buaya sangat nyata. Perhatikan juga instalasi listrik di rumah yang tergenang agar tidak terjadi sengatan listrik yang fatal,” ujarnya.
Selain itu, polisi turut mengingatkan potensi gangguan kesehatan pascabanjir, seperti penyakit kulit dan diare, serta meminta warga segera melapor jika membutuhkan bantuan.
“Apabila menghadapi situasi darurat atau memerlukan kehadiran polisi, silakan hubungi Layanan Polisi 110. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam,” pungkas Kapolres.
Hingga berita ini diturunkan, personel Polres Kutim bersama BPBD dan relawan setempat masih terus melakukan patroli dan pemantauan debit air, sekaligus membantu evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.