Ia juga menegaskan bahwa pemerintah kota harus segera menindaklanjuti deteksi kawasan bencana dengan berbagai kegiatan nyata di lapangan.
BACA JUGA:Dinas ESDM Terima Aspirasi Mahasiswa, Ikut Mengeluh Dibatasinya Wewenang Pengawasan Pertambangan
Budiono meyakini bahwa dengan merawat alam secara maksimal, risiko terjadinya bencana besar di Balikpapan dapat ditekan sekecil mungkin.
“Ketika kita merawat alam, seminimal mungkin terjadi bencana,” tandasnya.
Disisi lain, menurut perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pada periode Januari 2026 ini menjadi puncak musim hujan.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita, mengungkapkan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari kedepan.
“Potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di beberapa wilayah, antara lain Kabupaten Mahakam Ulu, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Samarinda,” kata Carolina.
BACA JUGA:Balikpapan Utara Resmi Punya TPST, Sampah Anorganik Diolah Jadi Produk Bernilai