Dampak Cuaca Ekstrem, DPRD Balikpapan Minta Deteksi Dini Kawasan Rawan Bencana

Rabu 21-01-2026,17:04 WIB
Reporter : Chandra
Editor : Tri Romadhani

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM Wakil Ketua III DPRD Balikpapan, Budiono, menyoroti meningkatnya ancaman bencana akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang melanda Kota Balikpapan belakangan ini.

Menanggapi kondisi tersebut, pihaknya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) segera menyusun dan mengimplementasikan roadmap atau peta jalan kawasan rawan bencana sebagai langkah deteksi dini.

Budiono menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat harus ditingkatkan seiring dengan fenomena cuaca yang sulit diprediksi. 

"Kita harus meningkatkan kewaspadaan karena bisa saja akhir-akhir ini curah hujan kan tinggi," ujar Budiono kepada Nomorsatukaltim, Selasa 20 Januari 2026.

BACA JUGA:Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Taman Nasional Kutai Meningkat Tiap Tahun

Ia menambahkan bahwa upaya modifikasi lingkungan perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak, terutama dalam mencegah banjir melalui pelebaran drainase dan edukasi pembuangan sampah.

Menurut Budiono, keberadaan roadmap sangat krusial untuk memetakan titik-titik berbahaya seperti kawasan lembah dan lereng.

Ia menekankan perlunya aturan tegas terkait perizinan bangunan di zona berisiko guna mengarahkan warga ke kawasan yang lebih aman. 

"Seyogyanya pemerintah itu sudah mempunyai roadmap rawan bencana," tegasnya. 

Melalui peta jalan ini, pemerintah diharapkan dapat memberikan peringatan dini kepada warga yang tetap ingin membangun di lahan miliknya yang masuk dalam kategori rawan.

BACA JUGA: Overpass 6 KM 11 Soekarno-Hatta Dipercantik, BBPJN Kaltim Bikin Jalan Nyaman Dilihat

Selain pemetaan, Budiono juga menyoroti pentingnya penyaluran bantuan cepat bagi korban terdampak bencana.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah memiliki dana ketanggapdaruratan yang siap digunakan untuk membantu warga.

Terkait kendala di lapangan, ia mengakui bahwa keluhan warga sering kali berkaitan dengan kebutuhan relokasi, khususnya di daerah langganan banjir dan longsor.

"Kendala relokasi itu harus ganti untung bukan ganti rugi. Sebagai solusi agar warga bersedia dipindahkan dari zona berbahaya," tegas Budiono.

Kategori :