Kendati demikian, ia mengakui hingga saat ini TPI Tanjung Batu masih kekurangan sejumlah fasilitas penting, seperti pabrik es, tempat penyimpanan ikan (cold storage), serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
BACA JUGA: Udang Windu Sumbang Rp164,4 Miliar, Perikanan Kaltim Catat Ekspor Rp256 Miliar
BACA JUGA: Produksi Perikanan Capai Puluhan Ribu Ton, Berau Targetkan Jadi Pilar Pangan dan Pariwisata
Padahal, fasilitas-fasilitas tersebut dinilai menjadi daya tarik utama untuk memusatkan aktivitas nelayan di kawasan TPI.
“Fasilitas seperti pabrik es, cold storage, dan SPBN itu ibarat pemanis TPI. Nelayan akan datang ke TPI untuk mengambil bahan bakar, es, dan menyimpan ikan. Dari situ peluang peningkatan PAD bisa semakin besar,” katanya.
Selain fasilitas utama, Frederik mengungkapkan bahwa pihaknya juga sedang merencanakan pembangunan lantai jemur ikan di kawasan TPI Tanjung Batu.
Fasilitas ini disiapkan sebagai solusi agar aktivitas penjemuran ikan tidak lagi dilakukan di badan jalan atau aspal seperti yang selama ini terjadi.
BACA JUGA: DLHK Berau Tambah Insenerator Kapasitas 3 Ton di Talisayan Tahun ini
BACA JUGA: Rudi Kritik Pengembangan Wisata Berau: Jangan Hanya Fokus ke Pesisir!
“Ke depan kami akan menyiapkan lantai jemur. Ini bagian dari upaya meningkatkan PAD, apalagi di tengah keterbatasan fiskal daerah. Walaupun nilainya kecil, tapi tetap masuk ke kas daerah,” tutur Frederik.
Untuk merealisasikan pengembangan sarana dan prasarana di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dinas Perikanan Berau pun membuka peluang kerja sama dengan investor atau pihak ketiga.
Frederik menyebut, lahan di kawasan TPI Tanjung Batu sudah siap, sehingga pembangunan fasilitas pendukung dapat segera dilakukan apabila ada minat investasi.
“Kami berharap ada pihak ketiga yang tertarik berinvestasi. Skemanya bisa kerja sama dengan sistem bagi hasil. Dalam jangka panjang, fasilitas itu juga bisa menjadi aset pemerintah daerah,” pungkasnya.