Bankaltimtara

Udang Windu Sumbang Rp164,4 Miliar, Perikanan Kaltim Catat Ekspor Rp256 Miliar

Udang Windu Sumbang Rp164,4 Miliar, Perikanan Kaltim Catat Ekspor Rp256 Miliar

Udang windu dominasi komoditas ekspor perikanan Kalimantan Timur, dengan nilai mencapai Rp164,4 miliar hingga Juli 2025.-(Ilustrasi/Antara)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Sektor perikanan Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat kinerja ekspor positif hingga Juli 2025, dengan nilai mencapai Rp256 miliar. 

Dari jumlah tersebut, udang windu menjadi komoditas unggulan yang menyumbang Rp164,4 miliar atau lebih dari separuh total ekspor.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Irhan Hukmaidy menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil konsistensi pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menjaga produktivitas, mutu, serta keberlanjutan sumber daya laut. 

Ia menegaskan, arah pengembangan perikanan Kaltim kini berorientasi pada pasar global.

BACA JUGA: Udang Windu Jadi Potensi Perikanan Budidaya Berkelanjutan di Berau

“Kalau soal swasembada pangan, kita sudah lama mencapainya. Sekarang orientasinya sudah ke ekspor,” ujar Irhan, di Samarinda.

Kaltim memiliki sejumlah komoditas yang menjadi barometer ekspor nasional, di antaranya udang windu, kerapu, kepiting, dan kerang dara. 

Produk-produk tersebut tak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memiliki pasar yang stabil di dalam dan luar negeri.

"Udang windu masih menjadi unggulan utama. Tapi kini kerapu dan kepiting juga meningkat pesat, sementara kerang dara mulai berkembang dalam dua tahun terakhir," jelasnya.

BACA JUGA: Pemkab Kukar Salurkan Bantuan 13 Perahu dan 2 Juta Bibit Udang Windu

Potensi besar itu ditopang karakter geografis Kaltim yang memiliki perairan luas, garis pantai panjang, serta ekosistem laut yang relatif terjaga. 

"Potensi sumber daya kita luar biasa. Tinggal bagaimana mengelolanya dengan bijak agar produktivitas naik tanpa merusak lingkungan,"imbuh Irhan.

Menurut Irhan, tantangan terbesar sektor perikanan bukan lagi volume produksi, melainkan menjaga keberlanjutan dan stabilitas pasokan. 

Karena itu, DKP Kaltim menerapkan penangkapan ikan terukur berbasis kuota serta mengembangkan kampung perikanan budidaya di berbagai kabupaten/kota.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: