Bankaltimtara

Udang Windu Jadi Potensi Perikanan Budidaya Berkelanjutan di Berau

Udang Windu Jadi Potensi Perikanan Budidaya Berkelanjutan di Berau

Tambak udang windu melalui program MESTI di Kampung Pegat Batumbuk.-istimewa-

BERAU, NOMORSATUKALTIM – Salah satu potensi sektor perikanan yang dapat dikembangkan di Bumi Batiwakkal adalah budidaya udang windu berkelanjutan. Salah satu wilayah penghasil udang windu yang ada adalah Kampung Pegat Batumbuk.

Untuk membantu mengembangkan potensi yang ada, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) turut memberikan pendampingan kepada petani petambak udang di Kampung Pegat Batumbuk.

Berdasarkan data yang dimiliki YKAN, pada tahun 2021 produksi udang windu organik pada telah mencapai 775,15 ton per tahun dan dipasarkan secara domestik dan ekspor ke Malaysia hingga China.

BACA JUGA:Produksi Jagung Berau Kuasai Sebagian Besar Kebutuhan Pasar Kaltim

Melalui Program Mangrove Sahabat Tambak Lestari (MESTI), YKAN mengajak petani petambak untuk menjaga ekosistem mangrove agar kelestarian alam tetap terjaga sekaligus meningkatkan hasil produksi budidaya tambak.

Direktur pengembangan dan pemasaran YKAN, Ratih Loekito mengatakan, pihaknya memulai pendampingan dengan 1 tambak, dan sekarang terdapat 22 tambak yang mendapat pendampingan Program MESTI yang berlokasi di Kampung Pegat Batumbuk dan Tabalar Muara.

“Program kami diharapkan bisa meningkatkan hasil tambak dan menambah ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga fungsi biofisik,” jelasnya.

BACA JUGA:Pentingnya Optimalisasi Peran Penyuluh Pertanian

Dijelaskan, model baru budidaya perairan berkelanjutan bertujuan untuk menghasilkan produktivitas yang sama di lahan tambak seluas 2 hektar, seperti yang dihasilkan di lahan tambak seluas 10 hektar.

Petambak budidaya udang di kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan, Abdurahman mengatakan, di awal bergabung dengan Program MESTI hasil panen yang didapatkan hanya sekitar 3,5 kilogram.

Secara bertahap, hasil panen meningkat menjadi 9 kilogram, kemudian 35 kilogram dan terakhir pada masa panen raya ini mencapai 50 kilogram.

BACA JUGA:Penerimaan CPNS Resmi Dibuka, 304 Formasi Tersedia di Kabupaten Berau

“Siklus panen juga menjadi lebih cepat. Dulu 3 atau 4 bulan sekali panen, sekarang bisa 2 bulan sekali panen. Selain itu, kami juga mendapat panen lain yaitu bandeng dan kepiting yang jumlahnya juga terus meningkat,” ujar Abdurahman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: