Emas dan Bahan Pangan Jadi Kontributor Inflasi di Kaltim, Berau Tertinggi

Rabu 07-01-2026,07:00 WIB
Reporter : Rizal
Editor : Hariadi

Kenaikan harga pada kelompok tersebut dipicu oleh komoditas hasil perikanan seperti ikan layang, ikan tongkol, udang basah, dan ikan kembung. 

BACA JUGA: Selama Nataru, Otban VII Catat Lonjakan Penumpang 6,27 Persen di 7 Bandara

BACA JUGA: Harga Emas Hari Ini, Selasa 6 Januari 2026: Antam Naik Signifikan, UBS dan Galeri24 Ikut Meroket!

Selain itu, komoditas pangan lain seperti bawang merah, minyak goreng, beras, dan daging ayam ras juga memberi andil terhadap inflasi.

“Komoditas hasil laut masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi di Berau, seiring dengan fluktuasi pasokan dan cuaca,” ujarnya.

Dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, inflasi tercatat cukup tinggi sebesar 10,88 persen. Emas perhiasan menjadi komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini.

Di sisi lain, sejumlah kelompok pengeluaran mengalami deflasi. Kelompok transportasi mencatat deflasi terdalam sebesar 2,14 persen, terutama dipengaruhi penurunan tarif angkutan udara.

BACA JUGA: Cepat Daftar! BPJPH Sediakan 1,35 Juta Sertifikat Halal Gratis bagi UMK

BACA JUGA: Haul Guru Sekumpul dan Libur Panjang Bikin Pengusaha Rental Full Senyum

“Deflasi pada kelompok transportasi cukup menahan laju inflasi secara keseluruhan, khususnya dari penurunan tarif angkutan udara,” imbuhnya.

Kelompok lain yang mengalami deflasi antara lain rekreasi, olahraga, dan budaya; perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga; serta pendidikan.

Sementara itu, untuk inflasi bulanan Desember 2025, kenaikan harga dipicu oleh bawang merah, ikan layang, cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, dan bensin. 

Adapun komoditas seperti beras, bayam, kangkung, ikan bandeng, dan gula pasir memberikan andil deflasi.

BACA JUGA: Harga Emas di Samarinda Terus Naik dalam 3 Bulan Terakhir

BACA JUGA: Pasar Otomotif Diprediksi Bangkit di 2026, Gaikindo Target Jual 750 Ribu Unit

“Secara umum, perkembangan inflasi Berau hingga akhir 2025 masih relatif terkendali,” pungkas Yudi.

Kategori :