Selain hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi petir dan angin kencang yang dapat menyertai hujan.
Menurut Kukuh, kondisi atmosfer regional turut memengaruhi peningkatan potensi cuaca ekstrem di Kalimantan Timur.
"Potensi hujan lebat ini juga bisa disertai petir. Dari kondisi fisis atmosfer, sering munculnya siklon tropis di selatan Pulau Jawa justru dapat memengaruhi pola cuaca di Kalimantan Timur," ungkapnya.
Kemudian, meskipun keberadaan siklon tropis tersebut dapat menyebabkan penurunan total curah hujan di Kalimantan Timur, namun di sisi lain justru meningkatkan potensi kejadian cuaca ekstrem.
BACA JUGA: Jelang Nataru, ASN Kutim Boleh Kerja dari Rumah, Tapi...
"Walaupun curah hujan bisa berkurang, potensi petir dan angin kencang justru meningkat. Ini yang perlu menjadi perhatian, termasuk untuk wilayah Balikpapan," sebutnya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap memantau informasi prakiraan cuaca terkini dan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala, terutama selama periode libur panjang Natal dan Tahun Baru.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi BMKG dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca yang ada," pungkas Kukuh.
BMKG memastikan akan terus melakukan pemantauan kondisi atmosfer dan menyampaikan pembaruan informasi cuaca kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi terhadap potensi dampak cuaca ekstrem di Kalimantan Timur.
BACA JUGA: Mobil Listrik Tak Perlu Khawatir saat Mudik Nataru, PLN Akan Tambah Fast Charging SPKLU di Kaltimra
Keterangan Foto: Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto/salsa.