“Dunia kita sangat dinamis, yang berlaku hari ini belum tentu berlaku tiga tahun lagi,” ungkapnya.
BACA JUGA: Terapkan Government Marketing, Bupati Kukar Bakal Tegur Pejabat yang Sulit Diwawancara Wartawan
BACA JUGA: Siswa SMKN 3 Tanah Grogot Isi Kegiatan Talent Fest dengan Belajar Jurnalistik
Di sisi lain, perubahan pola distribusi berita juga menjadi perhatian. Reva mengingatkan bahwa tren click bait mulai ditinggalkan, digantikan oleh tuntutan terhadap konten asli.
“Sekarang yang di daerah lebih punya peluang karena originalitas lebih dihargai,” jelasnya.
Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdur Rahman Amin menyambut gembira capaian kelulusan 100 persen dan menegaskan pentingnya peran wartawan dalam pembangunan daerah.
“Peran wartawan itu sangat strategis. Kalau tidak profesional, bukan posisi kita yang strategis, tapi martabat wartawan yang hancur,” katanya.
BACA JUGA: AJI Samarinda Kecam Tindakan Intimidasi terhadap Jurnalis oleh Ajudan Gubernur
Rahman menegaskan bahwa profesi wartawan dapat diikuti oleh siapa saja dari berbagai latar pendidikan. Karena itu, kode etik menjadi rambu yang wajib dijaga bersama.
“Ketika profesionalisme kita jaga, kompetensi kita jaga, kesejahteraan akan datang dengan sendirinya,” tutupnya.