Proses DED Segera Rampung, DLH PPU Tunggu Restu Pusat Bangun TPST di Buluminung

Selasa 18-11-2025,23:48 WIB
Reporter : Achmad Syamsir Awal
Editor : Fuad Wibowo


banner ppu baru---

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya meningkatkan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung yang diprediksi 2 tahun ke depan bakal penuh.

Adapun solusi yang diusulkan Pemkab PPU melalui DLH adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) baru. Dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) dilaporkan hampir rampung dan akan segera diserahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, proses DED untuk pembangunan TPST di kawasan Buluminung sedang berjalan dan ditargetkan selesai serta dilaporkan pada minggu depan. Dokumen ini menjadi satu-satunya kriteria dari total 16 persyaratan yang diminta Dinas PU yang masih dalam proses.

"Persyaratan kita sudah lengkap, hanya tinggal menunggu DED berproses untuk diajukan ke kementerian," kata Kepala DLH Kabupaten PPU, Safwana, Senin 17 November 2025.

Urgensi pembangunan TPST ini muncul karena kondisi TPA Buluminung saat ini yang diperkirakan hanya mampu bertahan maksimal dua tahun ke depan. 

TPA yang ada saat ini, kata dia, hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir, sementara volume sampah terus meningkat.

Pembangunan fasilitas baru berupa TPST menjadi keharusan karena kementerian terkait tidak akan lagi merekomendasikan pembangunan TPA, melainkan mendorong pembangunan TPST. 
TPST yang baru ini direncanakan akan mengintegrasikan teknologi modern untuk mengolah sampah secara terpadu.

"TPST bangunan baru, di dalamnya ada teknologi segala macam, ada proses persampahan yang diolah. Saat ini kan (Buluminung) TPA saja. Itu pun mungkin paling lama dua tahun akan penuh makanya kami mengusulkan bangun TPST," jelasnya.

Sebagai bagian dari perencanaan, studi tiru terkait pengelolaan sampah telah dilakukan, termasuk ke beberapa lokasi di Jawa. Tujuannya adalah untuk menentukan teknologi pengolahan sampah yang paling tepat, mulai dari pemilahan, daur ulang hingga potensi pengolahan menjadi produk turunan.

"Kami melihat proses sampah diolah mau jadi apa, ada beberapa alternatif nanti dilihat pada saat paparan akhir konsultan. Teknologi apa yang dipilih, itu yang akan ditentukan," tandas Safwana. (*)

Kategori :