Kementerian PU Beri Lampu Hijau Pembangunan Jembatan Sungai Riko PPU
Ilustrasi Jembatan Riko, PPU.-(Disway Kaltim/ Awal)-
PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terkait konektivitas antarwilayah dan yang akan meyambung nadi ekonomi daerah tersebut.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dipastikan akan merealisasikan pembangunan Jembatan Sungai Riko pada tahun anggaran 2026.
Kepastian ini menjadi lampu hijau yang dinanti, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU secara intensif melakukan lobi dan koordinasi dengan Kementerian PPN/Bappenas serta Kementerian PU sepanjang tahun lalu.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan bahwa Jembatan Sungai Riko bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Jembatan ini merupakan mata rantai utama dalam sistem transportasi jalan pendekat Jembatan Pulau Balang.
BACA JUGA: PPU Dorong Jembatan Riko hingga Bendungan Lawe-Lawe Masuk PSN
BACA JUGA: Sungai Batu di Kelurahan Riko Jadi Calon Hidden Gem di PPU
Jembatan ini akan mengintegrasikan tiga titik vital di Kalimantan Timur. Yakni Kawasan Industri Buluminung (KIB) dimana pusat pertumbuhan ekonomi baru di PPU; kemudian Pelabuhan Benuo Taka gerbang keluar-masuk komoditas dan logistik; serta Bandara Internasional Nusantara untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Usulan pembangunan Jembatan Sungai Riko ke pemerintah pusat akhirnya membuahkan hasil nyata. Ini adalah bagian penting untuk mengoneksikan kawasan pesisir Penajam langsung dengan akses bandara," kata Mudyat, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Jembatan ini dirancang untuk menahan beban logistik berat dengan bentang utama sepanjang 500 meter. Dengan skala tersebut, jembatan ini akan menjadi salah satu ikon infrastruktur di PPU yang mampu memperlancar arus barang dari dan menuju jantung Ibu Kota Nusantara.
Mengenai pendanaan, Mudyat menjelaskan adanya kolaborasi sinergis antara pusat dan daerah. Dimana Kementerian PU bertanggung jawab penuh atas anggaran konstruksi fisik jembatan.
BACA JUGA: Sungai Riko Meluap, Banjir Rendam 1 Desa di PPU, 457 Jiwa Terdampak
BACA JUGA: Masih dalam Pengerjaan, 7 Tiang Fender Jembatan Mahakam I Hilang Usai Ditabrak Kapal Pengangkut CPO
Sedangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU fokus pada aspek sosial dan pembebasan lahan bagi masyarakat yang terdampak pembangunan.
Realisasi jembatan ini diyakini akan memicu multiplier effect bagi perekonomian lokal. Selama ini, kendala akses seringkali membuat biaya logistik membengkak dan pertumbuhan kawasan industri melambat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
