Guru di Kaltim Wajib Manfaatkan AI Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Kamis 30-10-2025,16:55 WIB
Reporter : Mayang Sari
Editor : Baharunsyah

"Mereka tidak hanya harus memahami AI, tapi juga mampu menggunakannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,"ujarnya.

Menurut Armin, Pemprov Kaltim tengah fokus memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui berbagai program pelatihan berbasis teknologi.

Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan digital tidak boleh menggeser nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan dalam proses belajar.

"Teknologi itu penting, tapi karakter dan etika tetap menjadi pondasi utama. Kami ingin guru Kaltim tidak hanya melek teknologi, tapi juga menjadi teladan dalam integritas, empati, dan semangat gotong royong,"katanya.

BACA JUGA: Polres PPU Selidiki Pekerja Proyek RDMP Tertimbun di Lawe-Lawe

Armin juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, yakni kesenjangan literasi digital antarwilayah dan keterbatasan infrastruktur di sekolah-sekolah.

"Masih ada daerah yang jaringan internetnya belum stabil. Jadi, selain membekali guru dengan keterampilan digital, pemerintah juga harus memastikan fasilitasnya memadai. Ini menjadi PR bersama, termasuk bagi kami di daerah,"tutur Armin.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kehadiran AI dapat membuka peluang besar bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan personal.

Armin pun menyampaikan apresiasi kepada Hetifah yang telah konsisten memperjuangkan peningkatan kompetensi guru di daerah.

BACA JUGA:4 Pekerja Tertimbun Tanah di Area Proyek RDMP Lawe-Lawe, Pertamina dan PT Silog Lakukan Investigasi

"Pendidikan masa depan ada di tangan guru yang siap berubah. Kita ingin memastikan guru di Kaltim punya akses dan kemampuan yang sama untuk memanfaatkan teknologi yang tetap menjunjung kreativitas dan etika moral,"pungkas Armin.

BACA JUGA:Pencarian Dihentikan, Korban Kedua Tenggelam di Bendungan Benanga Samarinda Ditemukan Meninggal Dunia

Selain itu, Kepala BGTK Kaltim Wiwik Setiawati turut menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak seharusnya membuat guru khawatir terhadap masa depan profesinya.

"AI bukan ancaman, tapi alat bantu yang bisa meringankan pekerjaan. Guru tetap punya keunggulan yang tak tergantikan, yaitu sentuhan manusia, empati, dan nilai moral. Tidak ada teknologi secanggih apa pun yang mampu menggantikannya,"ujarnya. 

Menurut Wiwik, kegiatan ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan diri para guru agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi pembelajaran.

"Kalau guru bisa menguasai teknologi, termasuk AI, mereka bisa mengembangkan metode belajar yang lebih kreatif dan sesuai kebutuhan siswa. Itulah inti transformasi pendidikan," tutupnya.

Kategori :