SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Hujan deras yang mengguyur Samarinda Rabu, 22 Oktober 2025 sejak siang hari menyebabkan sejumlah wilayah kembali tergenang air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda mencatat setidaknya ada 14 titik yang masih mengalami genangan cukup tinggi, terutama di kawasan Jalan Pramuka.
“Masih ada beberapa titik yang tergenang. Tadi saya langsung turun ke lapangan, di antaranya di Simpang Lembuswana, Pramuka, dan Alaya."
BACA JUGA:Sayangi Kendaraan, Samarinda Diterjang Hujan Deras, Jangan Melintas di Daerah Ini
"Untuk Simpang Alaya sudah bisa dilalui kendaraan, sementara di Pramuka airnya masih tinggi,” ujar Hamzah, Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Samarinda, saat diwawancarai via seluler oleh NOMORSATUKALTIM, Rabu 22 Oktober 2025.
Hamzah menyebutkan, hujan dengan intensitas tinggi membuat beberapa saluran air tidak mampu menampung debit air secara optimal.
BACA JUGA:Komisi IV DPRD Samarinda Minta Pemkot Prioritaskan Pembenahan Sarana Pendidikan Dasar
Salah satu penyebabnya adalah drainase yang tersumbat oleh sedimentasi dan sampah rumah tangga.
“Tadi di Simpang Lembuswana, drainasenya ada yang buntu. Akibatnya air meluap dan menyebabkan genangan."
"Karena itu, kami imbau warga untuk lebih waspada dan memastikan saluran air di sekitar tempat tinggal tetap bersih dan lancar,” ujarnya.
BACA JUGA:57 Bangunan di Lahan Insinerator Samarinda Seberang Dibongkar, Warga Menolak
Selain itu, Hamzah juga menyoroti adanya proyek infrastruktur yang belum rampung di kawasan Jalan Antasari.
Akibat proyek tersebut, genangan muncul di area yang sebelumnya tidak pernah terdampak banjir.
“Ini jadi catatan juga buat kami. Drainase yang dibangun belum mampu mengantisipasi curah hujan tinggi."
"Ke depan, perlu ada mitigasi tambahan seperti kolam penampungan atau kolam retensi agar air tidak mengganggu aktivitas warga,” tambahnya.