Pisang Kepok Grecek Kutim Tembus Pasar Internasional, Ekspor Jalan Terus

Selasa 14-10-2025,14:17 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Baharunsyah

“Kalau ada pelaku usaha yang ingin mengekspor, silakan. Kami di pemerintah berkomitmen membina petani agar hasilnya tetap berkualitas,” tambahnya.

BACA JUGA:Pemkab Kutim Lakukan Penyesuaian Anggaran Imbas Dana Transfer Pusat Berkurang

Namun demikian, ia mengakui bahwa salah satu kendala utama masih terletak pada infrastruktur perdagangan.

Kutim hingga kini belum memiliki pelabuhan ekspor sendiri, sehingga pengiriman barang masih bergantung pada pelabuhan di luar Kaltim.

“Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap efisiensi waktu dan biaya distribusi. Mudah-mudahan nanti bisa tersambung dengan Pelabuhan Maloy agar arus ekspor lebih cepat,” harapnya.

BACA JUGA:Bupati Ardiansyah: HUT ke-26 Jadi Momentum Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing

Berdasarkan data statistik tahun 2024, luas tanam eksisting pisang kepok grecek di Kabupaten Kutai Timur mencapai 1.724,41 hektare dengan jumlah produksi sekitar 88.358,29 ton.

Sentra produksi terbesar masih terletak di Kecamatan Kaliorang. Yang memang dikenal sebagai daerah penghasil pisang kepok grecek unggulan.

Pemkab Kutim juga terus memberikan dukungan kepada para petani.

Selama periode 2023 hingga 2024, luas lahan budidaya pisang kepok grecek meningkat sekitar 250 hektare sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi dan kualitas hasil panen.

Sentra utama produksi pisang kepok grecek berada di Kecamatan Kaliorang, yang menjadi kawasan penghasil terbesar di Kutim.

BACA JUGA:Cap Jempol Stunting, Inovasi DPPKB Kutim Tekan Keluarga Berisiko Stunting

Selain Kaliorang, pengembangan sentra baru juga dilakukan di Kecamatan Kaubun, Bengalon, Muara Ancalong, dan Long Mesangat.

Setiap kecamatan memiliki kelompok tani yang aktif dalam budidaya serta pemasaran hasil panen.

“Rumpun induk pisang kepok grecek itu sendiri berada di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kaliorang,” ungkapnya.

Kategori :