BACA JUGA: Anak Viral Terancam Putus Sekolah karena Ranking, Akhirnya Memilih Belajar di SKB
Ia juga menekankan bahwa pihak sekolah akan melindungi siswa dari kemungkinan perundungan (bullying) akibat isu ini.
"Kalau ada laporan anak mendapat perlakuan tidak baik, kami akan lindungi. Kami ingin semua orang tua merasa aman dan percaya menitipkan anaknya di sini. Murid kami 289 orang, semuanya kami anggap anak sendiri," tegasnya.
Dahlina berharap persoalan ini bisa menjadi pelajaran agar komunikasi antara sekolah dan orang tua lebih baik.
"Kalau ada salah di pihak kami, insyaallah kami berbesar hati untuk minta maaf. Yang jelas, tidak ada paksaan membeli LKS, tidak ada ancaman mengeluarkan anak. Semoga sekolah ini tetap bisa mengayomi semua murid," tutupnya. (*)