Organisasi ini aktif memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan pelaut, advokasi regulasi, hingga membangun kode etik profesi sebagai standar moral dalam bekerja.
Dengan membawa perspektif organisasi profesi, Capt. Dwiyono mengingatkan bahwa pelaut Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga reputasi bangsa di mata dunia.
Balikpapan dipilih sebagai lokasi pelatihan karena merupakan salah satu pusat industri migas dan jasa maritim di Kalimantan Timur. Dengan semakin berkembangnya aktivitas pelabuhan, logistik, dan energi, kebutuhan akan pekerja maritim yang kompeten dan berintegritas semakin tinggi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya membangun SDM maritim yang unggul, sejalan dengan semangat menjadikan Kalimantan Timur sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berwawasan maritim.
Capt. Dwiyono berpesan kepada seluruh peserta agar selalu menjaga disiplin, menjunjung tinggi kode etik, serta menjadi teladan di lingkungannya.
“Kita ingin pekerja maritim Indonesia tidak hanya diakui dari sisi keterampilan, tetapi juga dihormati karena integritasnya. Dengan begitu, keselamatan dan nama baik profesi pelaut Indonesia akan selalu terjaga,” pungkasnya. (*)