BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan melalui UPTD Drainase dan Bozem terus mempercepat pengerukan sedimen di Bendali Melawai 2.
Kegiatan tersebut sudah berlangsung selama hampir sebulan, dimulai sejak awal Agustus 2025, dan ditargetkan selesai pada akhir bulan.
Hingga Rabu 27 Agustus 2025, panjang pengerukan mencapai 556 meter dari total target 953 meter atau hampir satu kilometer.
Kepala UPTD Drainase dan Bozem, Rahmad Sukiman menjelaskan, bahwa pengerukan perlu dilakukan karena sedimen yang terbawa arus hujan semakin menumpuk.
BACA JUGA: 17 Titik Banjir Masih Menghantui, Pemkot Balikpapan Andalkan Bendali Ampal
BACA JUGA: Pemkot Balikpapan Ngebut Uruk Bendali Ampal Hulu Demi Atasi Ancaman Banjir
"Sedimennya sudah terlihat menebal. Material dari hulu terbawa ke hilir saat curah hujan tinggi, sehingga menurunkan kapasitas bendali. Kalau dibiarkan, aliran air bisa terganggu dan menimbulkan genangan," katanya.
Pengerjaan normalisasi dilakukan secara swakelola dengan mengerahkan dua unit excavator dan lima dump truck. Tim lapangan setiap hari mengangkut sedimen keluar bendali agar kapasitas penampungan kembali pulih.
Rahmad menyebut, pengerukan semacam ini umumnya dilaksanakan 2 kali dalam setahun, tergantung curah hujan dan tingkat sedimentasi.
Selain fokus di Bendali Melawai 2, pekerjaan juga diarahkan ke saluran primer Sepinggan yang menjadi salah satu jalur drainase utama kota.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Bendali Ampal Hulu Balikpapan Capai 9,4 Hektare
Menurutnya, penentuan prioritas lokasi didasarkan pada tingkat sedimentasi yang dinilai paling mendesak untuk dibersihkan.
"Kalau di Melawai ini memang sudah kritis, jadi harus segera dibersihkan agar air bisa mengalir dengan baik," ungkap Rahmad.
Meski berjalan relatif lancar, pengerjaan sempat menghadapi hambatan teknis, terutama perawatan alat berat yang membutuhkan penggantian komponen. Namun, kendala tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap progres di lapangan.
Dinas PU menargetkan seluruh pengerukan selesai pada akhir Agustus 2025. Dengan tuntasnya normalisasi, Bendali Melawai 2 diharapkan kembali berfungsi optimal menampung limpasan air hujan sekaligus memperkuat pengendalian banjir di kawasan pesisir Balikpapan.