80 Persen Anak di Kutai Timur Gunakan Internet, Waspada Pengaruh Konten Berbahaya

Selasa 29-07-2025,13:55 WIB
Reporter : Sakiya Yusri
Editor : Baharunsyah

BACA JUGA:Kutim Masih Terkendala Akses Internet, DPRD Minta Daerah Terpencil Diperhatikan

Hal itu dengan mudah menyedot perhatian anak-anak. Menurutnya, anak-anak sangat mudah kecanduan terhadap tayangan seperti ini.

Fufahana mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak.

Dia menekankan agar anak tidak bermain handphone di ruang tertutup yang sulit diawasi.

“Kalau anak main handphone di ruang tersembunyi, kita tidak tahu apa yang mereka lihat. Jadi kalau bisa, anak bermain handphone di ruangan terbuka, supaya tetap bisa terpantau oleh orang dewasa,” jelasnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa kini banyak konten digital yang secara halus menormalisasi perilaku menyimpang. 

Seperti pornografi dan orientasi seksual yang tidak sesuai usia. Konten seperti ini mudah diakses dan dapat ditiru oleh anak-anak jika tidak ada bimbingan.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Idham Cholid, turut menyoroti fenomena ini.

Ia menilai pentingnya literasi digital, bukan hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi orang tua dan seluruh pihak yang bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak.

“Orang tua tidak cukup hanya melarang. Mereka harus memberikan pemahaman yang seimbang, bahwa teknologi ada sisi positif dan negatifnya. Anak-anak harus dibekali kemampuan untuk memilah,” ujar Idham.

BACA JUGA:Tercatat 47 Kasus Pernikahan Anak di Kutim, DPPPA Sororti Peran Orang Tua dan Pendidikan

Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum memahami cara menyaring konten digital. Hal ini menjadi celah bagi masuknya pengaruh buruk dari luar melalui media sosial, grup chatting, dan berbagai platform lainnya.

DP3A Kutim secara rutin melakukan sosialisasi dan pelatihan parenting di berbagai sekolah dan komunitas.

Tujuannya agar semua pihak memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi tantangan era digital.

“Anak-anak saat ini tidak bisa menghindari teknologi. Yang penting bagaimana kita mengarahkan dan mengawasi dengan benar,” tambahnya.

BACA JUGA:Kampung Sidrap Masuk Wilayah Kutim, Fokus Utama Pelayanan Dasar Masyarakat

Kategori :