Disampaikan bahwa, Kondisi krisis bahan kebutuhan pokok ini selalu dirasakan masyarakat perbatasan setiap tahun, terutama saat musim kemarau tiba.
Akses jalan darat sebenarnya ada, namun kondisinya belum memadai dan masih berupa tanah. Bahkan di beberapa titik putus total karena longsor.
“Jalan darat hanya berupa pembukaan saja, belum ada pengerasan. Banyak jembatan putus, jalan longsor, dan tidak bisa dilewati sama sekali,” jelasnya.
Diketahui, rute menuju wilayah perbatasan Mahulu ini serba menantang, karena harus melewati banyak riam yang berbahaya dan tak jarang makan korban jiwa.
Kata Huseini, selama musim kemarau ini, moda transportasi seperti speedboat dan Longboat sering menginap di perjalanan, padahal idealnya perjalanan dari Ujoh Bilang menuju Tiong Ohang hanya bisa ditempuh sekitar 8 jam perjalanan.
“Dari ibu kota kabupaten ke Long Pahangai saja susah. Sering kali warga sampai menginap di tengah jalan. Dari Long Pahangai ke Kecamatan Long Apari lebih parah lagi, tidak bisa dilewati sama sekali,” ungkapnya lagi.
Di tengah kondisi sulit ini, Huseini mewakili masyarakat setempat sangat mengharapkan perhatian nyata dari pemerintah, baik kabupaten, provinsi hingga pusat.
Perhatian yang dibutuhkan tidak hanya distribusi bahan pokok dalam menanggapi situasi ini.
Tapi perlu perhatian jangka panjang dengan membangun infrastruktur jalan dan jembatan yang betul-betul memadai sebagai solusi jangka panjang.
“Sekarang memang kebutuhan bahan pokok, tapi ini semua karena tidak adanya akses infrastruktur yang baik. Makanya pemerintah harus lebih cepat tanggap memperbaiki dan fokus menuntaskan infrastruktur,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Mahulu, Didik Subagya mengatakan, bahwa secara kewenangan akses jalan dari Long Bagun hingga Long Pahangai (Sungai Palu) merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kaltim.
Kemudian dari Sungai Palu menuju Long Apari (Tiong Ohang) merupakan kewenangan pemerintah pusat.
Mengenai kondisi jalan yang kian buruk dari Long Bagun-Long Pahangai, Pemkab Mahulu melalui Dinas PUPR telah melakukan langkah penanganan darurat, dengan membangun jembatan kayu seadanya, kemudian ditimbun tanah pada bagian permukaan.
Di sepanjang jalan tersebut memang sudah dibangunkan jembatan Bailey pada beberapa titik oleh Pemprov Provinsi Kaltim.