Miftahul Hadi Purnomo, Ketua Grab Driver Arizona — komunitas ojol terbesar di Balikpapan — mengingatkan bahwa keamanan kerja dan dukungan aplikator jauh lebih penting dibanding hanya sekadar mengejar angka potongan.
“Dengan potongan 20 persen, kami punya perlindungan hukum, satgas bantuan, bahkan support komunitas. Itu tidak bisa diukur hanya dari nominal potongan,” ungkapnya.
Dalam surat resmi mereka kepada pemerintah, kedelapan komunitas tersebut menolak ajakan aksi turun ke jalan yang akan dilakukan pada 21 Juli 2025 oleh kelompok Garda. Mereka menyebut, langkah itu tidak mencerminkan aspirasi para pengemudi aktif yang ingin tetap bekerja dalam sistem yang aman dan stabil.
BACA JUGA: Desak Tarif Bersih dan Pengawasan Independen, Ojol Balikpapan Tuntut Regulasi Tegas
“Yang kami butuhkan bukan potongan yang lebih kecil, tapi sistem yang kuat, adil, dan berkelanjutan. Jangan rusak tatanan yang sudah berjalan dengan baik hanya karena tekanan dari sebagian kecil pihak yang tidak lagi merasakan realitas di lapangan,” demikian pernyataan bersama yang ditandatangani oleh perwakilan komunitas. (*)