Polres Kutim Sisir Bantaran Sungai Sangatta, Warga Diimbau Waspada Hewan Buas
Petugas Kepolisian Kutim menyisir permukiman terdampak banjir Sungai Sangatta.-istimewa-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM - Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air Sungai Sangatta meluap.
Sejumlah wilayah di Sangatta Utara dan Selatan pun terendam.
Kondisi tersebut mendorong Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) bergerak cepat menyisir lokasi terdampak guna mencegah jatuhnya korban jiwa.
Sejak pukul 09.00 Wita, jajaran Polsek Sangatta Utara menerjunkan personel Bhabinkamtibmas untuk melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan, khususnya di Desa Sangatta Selatan dan Kelurahan Singa Geweh.
Langkah ini merupakan upaya preventif untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap berbagai risiko banjir, mulai dari arus deras, sengatan listrik, hingga potensi kemunculan hewan buas.
Kapolsek Sangatta Utara Iptu Alan Firdaus mengatakan, kehadiran polisi di tengah banjir bukan hanya untuk memantau ketinggian air.
BACA JUGA:Waspada Tenggelam karena Banjir, BPBD Kutim Siaga Pantau Kawasan Bantaran Sungai
Tetapi juga memberikan rasa aman sekaligus peringatan dini kepada masyarakat.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Segera setelah debit air terpantau naik, anggota Bhabinkamtibmas langsung kami sebar untuk menyisir titik rawan."
BACA JUGA:Kecelakaan Berulang, Dishub Kutim Desak KPC Evaluasi Operasional Bus Karyawan
"Fokus utama adalah keselamatan warga, memastikan mereka siaga jika evakuasi sewaktu-waktu diperlukan,” ujar Alan, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan laporan petugas di lapangan, ketinggian air di beberapa lokasi bervariasi. Kondisi terparah terpantau di Jalan Masgo Rukun RT 02, 03, dan 06 Desa Sangatta Selatan, dengan genangan mencapai sekitar satu meter.
Sementara di Jalan Masabang, air menggenang setinggi kurang lebih 30 sentimeter.
Luapan Sungai Sangatta juga merendam permukiman warga di Kelurahan Singa Geweh, tepatnya di RW 02 Syampai, RW 03 Sejahtera, RW 04 Pantai, RW 05 Garuda, dan RW 06 Nungbakung. Puluhan RT di wilayah tersebut dilaporkan terdampak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

