Bankaltimtara

Hujan Deras Picu Longsor di Loa Hui Samarinda, Tiga Rumah Terdampak

Hujan Deras Picu Longsor di Loa Hui Samarinda, Tiga Rumah Terdampak

Longsor di Pemukiman Warga Jalan Ks Tubun.-Rahmat Pratama-Disway Kaltim

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak Kamis (5/2/2026) malam hingga Jumat (6/2/2026) siang memicu longsor di kawasan Jalan Kurnia Makmur RT 42, Kelurahan Harapan Baru. Akibat peristiwa tersebut, tiga rumah warga terdampak dan mengalami kerusakan.

Ketua RT setempat, Mustari, mengatakan tanda-tanda longsor sebenarnya sudah terlihat sejak sebelumnya. Salah satunya ditandai dengan tembok yang mulai pecah akibat curah hujan tinggi.

“Awalnya karena satu malam hujan deras, memang di situ sudah ada tembok yang pecah. hujan deras sampai pagi, air masuk di sela-sela tembok yang pecah itu,” ujar Mustari saat ditemui di lokasi longsor, Jumat.

Ia menjelaskan, pada Jumat siang sekitar pukul 12.10 WITA, penjaga pos mendengar suara retakan dari struktur bangunan. Mendengar hal tersebut, Mustari langsung dipanggil untuk mengecek kondisi di lapangan.

BACA JUGA:Tarif Speedboat Tak Terkontrol, DPRD Berau Soroti Risiko Keselamatan Wisatawan

“Yang jaga pos dengar bunyi seperti kertuk-kertuk dari rumah. Saya dipanggil dan langsung keluar. Kami sempat mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam kantor RT,” kata dia.

Beruntung, saat kejadian tidak ada warga yang berada di dalam rumah karena sebelumnya sudah dilakukan evakuasi mandiri.

“Alhamdulillah tidak ada orang di dalam. Kami sudah memperkirakan akan runtuh, jadi menyingkir dulu dan evakuasi barang-barang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Edy Susanto, mengatakan pihaknya menerima laporan longsor di wilayah Loa Hui dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan asesmen.

BACA JUGA:Taklukkan SMA Asisi, SMAK WR Soepratman Buka Kemenangan di Honda DBL with Kopi Good Day East Kalimantan

“Tim BPBD melakukan assessment di lokasi. Kami melihat memang ada pergerakan tanah di bawah rumah yang menyebabkan tiga rumah tersebut longsor,” jelas Edy.

Menurut Edy, penyebab sementara longsor diduga akibat pergerakan tanah yang dipicu oleh aliran air di bawah permukaan, seiring dengan hujan deras yang terjadi sejak malam hari.

“Sejak tadi malam sampai siang ini, kami menerima beberapa laporan longsor di sejumlah titik. Untuk hari ini, laporan yang masuk sekitar empat titik, dan lokasi ini yang paling parah,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, BPBD meminta warga dan RT setempat untuk tidak melintasi jalan di bawah lokasi longsor karena kondisi tanah yang masih labil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait