“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, tiga jam saja kami jualan di sini (pelataran Bontang Kuala), penghasilan kami bisa dua kali lipat. Itu kalau ramai."
"Tapi, kalau sepi pengunjung pun masih bisa lebih tinggi 30 persen dari daerah lain. Kami jualan di tiga lokasi: Bontang City Mall, Pasar Rawah Indah dan di Gunung Sari,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Rita Atin Widiarti mengakui, wisata Bontang Kuala saat ini memang lagi diminati oleh wisatawan.
Tidak hanya wisatawan lokal, tapi wisatawan dari daerah lain pun datang ke berwisata di Bontang Kuala.
Namun, dia menegaskan, saat ini pembangunan pelataran itu belum selesai. Masih ada lagi yang harus dibenahi. Seperti pembangunan kios untuk para pedagang UMKM. Serta beberapa bangunan lain yang akan ditambahkan. Sehingga, daerah pelataran itu bisa lebih rapi.
BACA JUGA: Masyarakat Bontang Taat Bayar Pajak, Penerimaan Pajak Meningkat
“Dulu kan ada kios sebenarnya untuk para pedagang. Tetapi kami bongkar. Karena ada perbaikan lantainya kan. Panggung yang dulu ada juga kami bongkar. Tapi, nanti kami akan bangun lagi. Hanya saja tempatnya di mana, kami masih belum tahu. Termasuk dermaga dan tempat ibadah juga akan dibangun,” ungkapnya.
Menurutnya, karena Kota Taman lebih dikenal dengan keindahan lautnya, sehingga, Pemkot Bontang juga akan mengembangkan wisata susur pantai.
Masyarakat akan menikmati keindahan Bontang Kuala dari sisi yang berbeda. Mereka melihat langsung dari perahu yang disiapkan.
Dia pun berharap, destinasi wisata di Bontang Kuala bisa semakin diminati wisatawan. Segala potensi pariwisata di sana mulai diangkat. Seperti wisata religi. “Di sana kan ada salah satu masjid tertua di Bontang. Itu bisa juga kita angkat. Juga nanti akan kami buat masjid terapung,” terangnya.
BACA JUGA: Proyek Reservoir Gunung Telihan Terkendala Lahan, Dewan Nilai Banyak yang Manfaatkan Momen
Wisatawan yang datang ke sana juga seolah dimanjakan. Sebab, jarak yang jauh antara parkiran mobil dengan pelataran bukan lagi menjadi masalah.
Wisatawan tidak lagi harus jalan kaki dengan jarak yang jauh. Pemkot Bontang juga menyediakan becak motor (Bentor).
“Ada bentor disiapkan. Masyarakat setempat kami berdayakan untuk mengoperasikan bentor itu. Sehingga, bisa jadi pendapatan baru juga buat mereka. Bentor itu bisa mengangkut maksimal enam orang sekali jalan. Saat ini, sudah cukup banyak bentor di sana,” ungkapnya.
Sayangnya, Disporapar Bontang belum memiliki data pasti terkait jumlah wisatawan yang datang ke Bontang Kuala. Selama ini wisatawan hanya dihitung dari jumlah kendaraan yang datang.
“Kalau data pastinya kami tidak pegang. Data itu ada di Dishub Bontang,” bebernya. (Michael Fredy Yacob)